Apa Itu Hosting? Pengertian, Jenis dan Cara Kerjanya

Selamat datang semua.. Pada artikel kali ini saya ingin membahas mengenai apa itu hosting, lengkap mulai dari pengertian, jenis-jenis hosting dan cara kerja hosting itu sendiri.

Hosting dapat di artikan sebagai wadah atau tempat, yang digunakan untuk menyimpan semua file, data, dan gambar dari sebuah website. Dengan begitu, semua konten yang ada di suatu website bisa diakses dari Internet.

Apa Itu Hosting?

Hosting sendiri biasanya sebagian orang menyebutnya dengan web hosting. Secara nalar si memang dapat anda artikan sebagai server. Tetapi server hosting ini sedikit berbeda dengan server komputer biasa.

Karena server hosting dapat membuat data yang ada di website dapat di akses melalui Internet.

Anda dapat mengambil contoh pada website yang anda baca ini (Idblogging.com).

Kira-kira dimana file yang anda baca ini berasal?

Yes, semua file yang anda akses di website ini bersumber dari sebuah tempat yang bernama hosting.

Komponen hosting ini dari bermacam-macam komponen, mulai dari Disk penyimpanan, CPU komputer, dan Koneksi internet. Dari kesemua komponen tersebut dapat di sebut dalam kesatuan, yaitu: Server.

Agar dapat terus tersambung ke internet dan dapat diakses oleh semua orang, server dikelola dalam ruang penyimpanan data bernama data center.

Sebenarnya Anda pun dapat menjadikan PC di rumah Anda sebagai server penyimpanan data. Namun masalahnya kalau menggunakan PC, daya tahan PC tidak sehebat server yang dibuat khusus untuk menjadi host. Kalau pengunjung website terbatas 1-10 orang saja, hal ini masih bisa di tolerir.

Bayangkan kalau pengunjung wesite anda ribuan, bahkan puluhan ribu. Apa yang akan terjadi?

Server down…

Seperti yang anda tahu, website yang kredibel tentu memiliki uptime 99.9%. Artinya server tidak boleh down maupun off (walaupun off hitungannya cuma jam dalam setahun).

Jadi ketika anda memutuskan untuk membuat website, sebaiknya anda mulai mencari penyedia host yang memberikan jaminan uptime minimal 99%, demi kredibilitas website anda. Di Indonesia sudah banyak kok yang menjual layanan host untuk website.

Tapi hati-hati dalam memilih hosting Indonesia, jangan hanya tergiur dengan harga murah.

Performa, keamanan, dan help service perlu anda pertimbangkan. Dari pengalaman saya hosting yang sudah cukup terpercaya adalah NiagaHoster. Gunakan Kode kupon dari saya untuk mendapat tambahan potongan harga 5-10% (idblogging-kupon).

Cara Kerjanya

Untuk memahami cara kerja host ini sangatlah mudah. Yaitu dimulai dari browser yang mengakses sebuah website dan mengirimkan permintaan ke Internet (HTTP). Informasi yang diminta browser tadi di terima oleh internet dan diteruskan ke server.

Server yang menerima permintaan dari Internet mengirimkan halaman website yang di minta oleh Internet. Proses terakhir yaitu Internet memberikan informasi yang diminta oleh browser. Munculah halaman website yang diketikkan atau di klik di browser.

Untuk lebih mudah memahaminya, saya sudah membuatkan skema cara kerjanya. Supaya lebih mudah dipahami.

cara kerja hosting

Kira-kira gampangnya seperti ilustrasi di atas. Jadi cara kerja host sebetulnya bergantung pada server dan internet. Semua data yang ada dari sebuah website pastilah berada di server yang di kirimkan melalui internet.

Oh iya, yang menyediakan server tersebut bisa kita sebut sebagai hosting.

Jenis-Jenis Hosting

Setelah anda memahami pengertian hosting dan cara kerjanya, selanjutnya anda perlu tahu apa saja sih jenis-jenis host yang ada dan dapat anda gunakan.

Informasi ini penting untuk anda yang ingin membuat sebuah website dengan mengelola host sediri atau lebih dikenal dengan sebutan self hosted.

1. Shared Hosting

Shared hosting adalah, sebuah layanan yang memungkinkan sebuah server digunakan untuk beberapa website sekaligus. Sehingga resource dan penyimpanan yang dimiliki server tersebut digunakan secara bersama, atau berbagi dengan pengguna server lainnya.

User dapat mengakses servernya, namun dalam scope yang terbatas. Sesuai apa yang sudah di atur oleh pihak pengelola server.

Server yang digunakan lebih dari satu pengguna
Ilustrasi sebuah server dengan banyak pengguna

Shared host ini dinilai cukup mudah dan praktis untuk digunakan bagi anda yang baru akan menggunakan layanan self hosted untuk blog anda.

Akan tetapi ada juga kekurangan yang ada pada shared host yang perlu anda ketahui. Untuk memahaminya anda dapat melihat keunggulan dan kelemahannya pada list di bawah ini.

Keunggulan

  • Sangat mudah digunakan untuk pemula yang ingin menggunakan self hosted.
  • Biaya sewa yang sangat terjangkau dibanding layanan VPS dan Dedicated.
  • Tidak memerlukan kemampuan teknikal untuk setting server, karena server sudah di setting oleh penyedia jasa hoster. Anda tinggal pakai.
  • Shared host pada umumnya akan diberikan customer support 24 jam untuk membantu apabila da troubel.
  • Ketika terjadi masalah pada server, anda tidak perlu pusing karena sudah tanggung jawab pengelola.

Kelemahan

  • Karena digunakan bersama dengan pengguna lainnya, apabila ada yang menyebabkan overload atau gangguan pada server maka pengguna yang lain berpotensi terkena dampaknya.
  • Pengguna shared host memiliki akses terbatas, yaitu hanya pada proses mengolah data base dan Control Panel
  • Seluruh setting batasan / limit sudah ditentukan oleh pengelola server, seperti bandwidth, memory dan jumlah addon domain. Sebagai pengguna, anda wajib dan patuh pada peraturan yang sudah disepakati.
  • IP Address digunakan bersama.

Bagaimanapun, shared adalah pilihan paling tepat dan benar apabila anda baru mulai membuat blog atau website dengan jumlah traffic belum terlalu tinggi.

2. Cloud Hosting

Cloud hosting adalah salah satu dari jenis-jenis host dengan layanan yang memungkinkan anda menyimpan data base dan file website anda di beberapa server sekaligus. Sehingga apabila salah satu server mengalami gangguan, website anda tetap dalam kondisi live atau online.

hosting dengan kapasitas besar salah satunya adalah cloud hosting
Cloud hosting menggunakan beberapa server sekaligus

Layanan cloud ini memiliki kemudahan pengelolaan dan penggunaan pada shared hosting. Tapi kapasitas penyimpanan dan bandwidth yang lebih tinggi. Sangat cocok untuk pemilik website yang sudah memiliki traffic tinggi namun tidak memilki kemampuan teknis soal server.

Keunggulan

  • Sangat mudah digunakan layaknya shared hosting.
  • Tidak perlu memikirkan mengenai setting server, karena sudah tanggung jawab pengelola.
  • Memiliki customer service yang ready 24 jam membantu ketika ada troubel.
  • Ketika terjadi masalah pada satu server, server lain akan bekerja layaknya kondisi semula.

Kelemahan

  • Kelemahannya terletak pada konfigurasi server yang terbatas seperti shared host, apabila digunakan oleh orang yang paham teknis server.
  • Biaya yang dibutuhkan biasanya 3-4 kali lebih besar dibanding shared host. Namun rasanya sangat worth-it apabila traffic website memang tinggi.

3. VPS

VPS atau Virtual Private Server, sesuai dengan namanya yaitu private dan virtual, jenis host ini memungkinkan penggunaan server secara personal. Akan tetapi server yang digunakan pengguna masih dalam ruang yang sama dengan pengguna lainnya. Yang membedakan adalah sumber daya pada server tidak berbagi dengan pengguna lainnya.

pengertian vps atau virtual private network
VPS – Server hanya digunakan oleh satu pengguna

Ini adalah opsi bagi pengguna yang membutuhkan sumber daya besar dan fleksibel dalam mengelola server sesuai kebutuhan. Pengguna dapat melakukan konfigurasi pada server secara full.

Keunggulan VPS

  • Performa website tidak akan terpengaruh oleh pengguna lain yang sedang dalam masalah servernya.
  • Bebas memilih sistem operasi server, apabila dalam shared host biasanya menggunakan linux, maka dengan VPS anda dapat menggunakan sistem operasi lain seperti windows.
  • Pada VPS, opsi panel kontrol dapat di install dengan kontrol panel canggih canggih seperti Webuzo dan VestaCP. Namun, pengguna juga dapat memilih cPanel yang lebih familiar dengan shared dan cloud.
  • Root Access, pengguna dapat melakukan konfigurasi penuh terhadap server.
  • Biaya lebih ekonomis ketimbang cloud host.
  • IP Address digunakan oleh satu pengguna saja.

Kelemahan VPS

  • Memerlukan kemampuan teknis untuk konfigurasi server.

VPS ini sangat cocok untuk anda yang paham teknis mengenai server. Untuk itu apabila tujuannya adalah mengakomodasi traffic yang tinggi namun minim kemampuan teknis, maka cloud hosting adalah pilihan yang lebih bijak.

4. Dedicated Server

Dedicated Server adalah peningkatan satu level di atas VPS. Dimana pengguna akan mendapatkan server khusus yang dapat dikelola secara mandiri.

Jenis hosting ini adalah yang paling bagus kualitasnya, karena semua sumberdaya, baik perangkat keras dan lunak digunakan sendiri.

apa itu hosting
Dedicated Server untuk kebutuhan bisnis

Biasanya para pemilik bisnis yang menggunakan Dedicated server. Alasannya karena pemilik website ini akan memiliki hak penuh terhadap server yang ia sewa, termasuk untuk memilih operasi, dan yang terpenting adalah berguna untuk menyimpan data-data internal yang bersifat sensitif.

Keunggulan Dedicated Server

  • Tingkat keamanan lebih tinggi dibanding jenis host lainnya.
  • Performa yang sangat baik, karena tidak terpengaruh dengan pengguna lain.
  • Kapasitas penyimpanan lebih baik dari semua layanan hosting di atas.
  • Kebebasan dalam mengatur hardware dan software yang akan digunakan oleh server pengguna.

Kelemahan Dedicated Host

  • Biaya yang dibutuhkan cukup besar untuk digunakan pribadi, direkomendasikan untuk pebisnis yang membutuhkan privasi dan keamanan.
  • Memerlukan kemampuan teknis mengenai konfigurasi server.

Sekarang anda telah memahami jenis-jenis hosting yang ada, apabila anda beniat untuk membuat website maupun blog memilih hosting yang tepat adalah jalan pertama menuju kesuksesan anda.

Pertanyaan Yang Paling Sering Ditanyakan

1. Apakah Bedanya Hosting dan Domain?

Hosting dan domain tentu hal yang berbeda, saya ibaratkan Hosting adalah handpone yang anda gunakan dan domain adalah nomer telepon anda. Secara spesifik lagi nama yang ada pada masing-masing nomor telpon adalah domain, dan nomor telpon itu sendiri adalah IP address.

Begitupun dengan dunia internet, sebuah website memiliki nomor telpon yang berupa IP address, dan domain adalah nama atas IP address tersebut.

2. Bagaimana Cara Memilih Host yang baik?

Cara memilih hosting yang baik adalah dengan melihat jaminan uptimenya. Uptime adalah waktu yang dijamin live atau online dalam kurun waktu 1 tahun. Biasanya hosting yang baik jaminan uptime bisa mencapai 99.98%.

Di Indonesia sendiri penyedia hosting yang sudah menjamin uptime servernya sampai 99.99% adalah NiagaHoster. Selain jaminan uptime, anda perlu juga memperhatikan pelayan yang diberikan oleh customer servicenya.

3. Manfaat Menggunakan Host Indonesia?

Disaat ini hosting lokal sudah banyak hadir di Indonesia, dulu sebelum blogging tenar banyak yang harus menggunakan hosting luar negeri. Hal tersebut sah-sah saja apabila audience yang di incar adalah pembaca dari luar negeri.

Namun apabila yang ditargetkan adalah audience dari dalam negeri maka Hosting lokal lebih baik. Lokasi server yang lebih dekat memungkinkan kecepatan loading website atau blog semakin baik.

Selain itu pelayan apabila terjadi troubel dan ingin migrasi ke hosting lain lebih mudah ketimbang menggunakan layanan host luar negeri.

Kesimpulan

Demikian pembahasan mengenai pengertian hosting, cara kerja, dan jenis-jenisnya. Dengan membaca seluruh deskripsi yang ada pada tulisan di atas diharapkan anda dapat memahaminya secara utuh.

Sehingga kedepan anda tidak salah langkah dalam mengambil keputusan dalam memilih layanan hosting untuk website dan blog pribadi anda.

Sampai jumpa…

Share:

Tinggalkan komentar