Mengenal Apa Itu Unicorn dan Bagaimana Perusahaan Bisa Menjadi Unicorn

Tak sedikit masyarakat Indonesia yang belakangan ini sering bertanya-tanya mengenai apa itu unicorn dalam bisnis. Pada umumnya, istilah unicorn ini sering digunakan pada perusahaan-perusahaan startup besar.

Adapun tujuan dari penggunaan istilah ini yakni untuk menggolongkan kelas perusahaan startup dalam segi finansialnya.

Mengingat sekarang ini banyak sekali perusahaan-perusahaan yang dikategorikan sebagai unicorn, Anda tentu penasaran mengenai apa sih arti dari unicorn sendiri serta bagaimana sebuah perusahaan bisa menjadi unicorn, bukan?

Nah, untuk lebih jelasnya bisa menyimak informasi lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Perusahaan Unicorn

Secara umum, perusahaan unicorn sendiri merupakan sebutan bagi perusahaan-perusahaan besar yang memiliki nilai valuasi mencapai USD 1 miliar atau setara dengan nilai Rp 140 triliun.

Perlu Anda ketahui bahwa istilah unicorn ini umumnya dipakai oleh seorang kapitalis ventura asal Amerika Serikat (AS) bernama Aileen Lee.

Dalam perkembangannya, perusahaan unicorn ini juga memunculkan berbagai istilah baru dalam dunia bisnis. Adapun dua istilah yang digunakan yakni decacorn (perusahaan dengan nilai valuasi USD 10 miliar) dan hectocorn (perusahaan dengan nilai valuasi USD 100 miliar).

Sehingga, tak heran jika sekarang ini banyak sekali perusahaan-perusahaan yang dikenal sebagai unicorn, decacorn hingga hectocorn.

Baca juga: Kisah Sukses Jack Ma Membangung Alibaba dari Nol

Bagaimana Tren Perusahaan Startup di Penjuru Dunia?

Jika melihat tren perusahaan startup yang ada di seluruh dunia, memang tidak perlu diragukan lagi jumlahnya. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari total nilai valuasi yang digabungkan dari beberapa perusahaan-perusahaan tersebut.

Namun, tahukah Anda mengenai apa saja perusahaan startup yang termasuk dalam istilah unicorn sendiri?

Beberapa contoh perusahaan yang termasuk dalam unicorn dunia yakni bergerak dalam bidang On Demand Eceonomy, E-commerce hingga model bisnis inovatif.

Sementara itu, beberapa perusahaan unicorn terbesar di dunia di antaranya yakni seperti WeBank, DoorDash, Palantir Technologies, Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak dan lain sebagainya.

Apa Saja Manfaat Perusahaan Unicorn di Indonesia?

Di Indonesia sendiri, perusahaan startup yang nail level menjadi unicorn banyak ternyata punya banyak manfaat. Masi simak apa saja manfaatnya bagi Indonesia di bawah ini.

Menyumbang 1% APBN Negara

Tahukah kamu, beberapa tahun belakangan ini APBN Negara berkisar di angka 1800 Trilyun. Dan hebatnya perusahaan unicorn seperti Gojek dan Tokopedia menyumbang hingga 1%, atau kalau di hitung sekitar 18 Trilyun, bahkan lebih.

Coba bayangkan, negara juga ikut diuntungkan oleh hadirnya unicorn bukan.

Mampu Menciptakan Lapangan Kerja

Salah satu manfaat dari hadirnya perusahaan unicorn di Indonesia yakni dapat menciptakan lapangan kerja bagi kalangan masyarakat yang sedang membutuhkan pekerjaan di bidang tertentu.

Dengan adanya perusahaan ini, maka angka pengangguran di Tanah Air dapat diminimalisir dengan baik melalui lapangan kerja yang diciptakan.

Membantu Para Pelaku UMKM

Selain mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, hadirnya perusahaan unicorn di Indonesia juga berpeluang untuk memberikan manfaat tersendiri bagi pada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Sebab, perusahaan tersebut nantinya mampu melakukan kerja sama dengan para pelaku UMKN untuk bisa memberikan layanan kepada para konsumennya.

Berpeluang Memberikan Suntikan Dana Triliun Rupiah

Umumnya, perusahaan unicorn yang ada di Indonesia memberikan daya tarik tersendiri jika dilihat dari segi bisnis jangka panjang.

Sebab, hal ini akan memudahkan perusahaan tersebut untuk berpeluang mendapatkan suntikan dana dengan kisaran triliun rupiah dari para investor asing.

Sehingga, bukan tidak mungkin jika perusahaan unicorn ini mampu mengembangkan bisnisnya di pasaran.

Mampu Memperluas Bisnis ke Luar Negeri

Tidak hanya terbilang sukses di dalam negeri, perusahaan unicorn juga umumnya berpeluang untuk bisa mengembangkan / memperluas usaha yang dijalankannya sampai ke luar negeri.

Bahkan, sekarang ini bisa dilihat dari beberapa perusahaan unicorn Indonesia yang kini sudah memperluas usahanya di beberapa negara di Asia Tenggara.

Seperti misalnya perusahaan unicorn Gojek yang telah berekspasni di tiga negara seperti Thailand, Vietnam dan Singapura.

Bagaimana Caranya Perusahaan Bisa Menjadi Unicorn Hingga Sukses?

Untuk menjadi perusahaan yang berlabel unicorn memang tidaklah mudah. Namun dari cerita para pendiri dan suksessornya, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui.

Ingin Hadir Sebagai Problem Solver

Kalau anda teliti, tidak ada satupun perusahaan unicorn saat ini yang awal mulanya memikirkan tentang profit. Nadiem Makarim pendiri Gojek contohnya, melihat permasalah transportasi di Ibu kota dan menawarkan solusinya.

William T, pendiri Tokopedia, melihat betapa susahnya pedagang lokal untuk memasarkan barang dagangannya. Maka lahirlah perusahaan ecommerce. Yang mana saat ini, sudah puluhan ribu umkm yang menjadi partner Tokopedia.

Menentukan Pemilihan Model Bisnis yang Tepat

Hal utama yang bisa dilakukan sebuah perusahaan untuk bisa menjadi perusahaan unicorn yakni dengan menentukan pemilihan model bisnis yang tepat. Dalam hal ini, sebuah perusahaan perlu untuk membangun perencanaan ide bisnis dari segi kesulitasn, kekurangan dan kebutuhan orang-orang di lingkungan sekitar.

Penting juga untuk diperhatikan bahwa perusahaan jangan sampai salah dalam memilih model bisnis agar ke depannya tidak berdampak mengalami kerugian yang besar terhadap usaha yang baru dirintisnya.

Menerapkan Sistem Konsistensi dan Evaluasi

Untuk bisa menjadi perusahaan startup dalam istilah unicorn, maka perusahaan perlu menerapkan sistem konsistensi dan evaluasi terhadap tujuan awal perintisan usaha yang dibangun.

Setelah itu, barulah perusahaan melakukan evaluasi apabila terjadi masalah yang umumnya dapat menghambat jalannya usaha di pasaran.

Dalam hal ini, perusahaan perlu untuk mencari ide-ide kreatif dan menarik untuk bisa menaikkan posisi perusahaan dan seleksi ide yang mampu mendongkrak kesuksesan di pasaran.

Mampu Menebak Kondisi Pasar dengan Cepat

Mengingat persaingan bisnis di pasaran terbilang cukup kompetitif, maka perusahaan perlu untuk bisa menebak kondisi pasar dengan cepat. Adapun upaya yang bisa dilakukan oleh perusahaan yakni dengan cara berani menebak mengenai keinginan dan perubahan para konsumen dengan melakukan berbagai macam pengujian.

Seperti misalnya dengan melakukan pengujian dalam sudut pandang melihat berapa rata-rata uang yang dihabiskan konsumen dalam sekali pembelanjaan, seberapa sering konsumen melakukan pembelanjaan dan lain-lain.

Melakukan Pengujian Prototipe

Selanjutnya, perusahaan biasanya akan melakukan pengujian prototipe dengan tujuan untuk melihat kualitas produk / jasa layanan yang ditawarkan kepada konsumen di pasaran. Tak hanya soal kualitasnya saja, perusahaan juga dapat melihat bagaimana segi manfaat produk / jasa layanan tersebut untuk memenuhi kebutuhan dari para konsumennya.

Dalam melakukan pegujian prototipe ini harus dilakukan secara terus menerus agar nantinya memperoleh feedback yang positif dari para konsumen.

Menggunakan Strategi Pemasaran yang Tepat

Umumnya, perusahaan yang sudah mencapai tahapan ini bisa dibilang bahwa produk / jasa layanan yang ditawarkan memang dibutuhkan dan dicari oleh pasar agar bisa memperoleh keuntungan yang diinginkan. Oleh karena itu, usaha yang ingin untuk bisa menjadi perusahaan unicorn perlu untuk menggunakan strategi pemasaran yang tepat.

Dalam hal ini, perusahaan bisa menggunakan strategi pemasaran dengan memanfaatkan media promosi iklan seperti di Facebook, Instagram, Twitter dan berbagai media promosi lainnya.

Membangun Tim yang Kuat

Kesuksesan usaha yang dijalankan di pasaran umumnya tidak terlepas dari orang-orang yang bekerja keras di dalamnya. Dalam hal ini, seorang pemilik usaha juga perlu untuk bisa membangun tim kerja yang kuat agar lebih mudah dalam memperoleh pendanaan dari para investor dan tentunya akan mendapatkan kepercayaan lebih atas usaha yang dijalankannya tersebut.

Oleh karena itu, sangat penting bagi perusahaan untuk bisa memperhatikan bagaimana sistem kinerja dari anggota tim agar kesuksesan usaha dapat diraih dengan mudah.

Mampu Memperluas Usaha di Pasaran

Membangun sebuah bisnis di pasaran umumnya tidak terlepas dari tujuan utama pemilik usaha dalam mencapai kesuksesaan di masa depan kelak. Oleh karena itu, perusahaan sangat penting untuk bisa mencari cara mengenai bagaimana tips mempeluas / mengembangkan usaha di pasaran baik di dalam negeri maupun luar negeri agar semakin dikenal luas oleh kalangan masyarakat.

Dengan begitu, maka usaha yang dirintis dalam bidang tertentu akan sangat mungkin berpeluang menjadi perusahaan unicorn dan sukses di pasaran kelak.

Demikianlah sekilas informasi bagi Anda mengenai apa itu unicorn dalam bisnis serta bagaimana perusahaan mampu bertransformasi ke dalam perusahaan startup unicorn. Sudah siap untuk menjadi unicorn selanjutnya?

A part-time blogger, content writer, and WordPress enthusiast. Craving for everything about SEO and digital marketing.

Tinggalkan komentar