Sukses Dalam Arti yang Sebenarnya, Bukan Sebuah Perbandingan

Banyak sekali dari kita berfikir dan mengira bahwa sebuah kesuksesan diukur melalui sebuah pencapaian orang lain. Coba bayangkan, dari sini saja kita sudah bingung.

Bagaimana bisa sukses dinilai dari pencapaian orang lain?

.. Tapi jangan salah, faktanya hal ini memang terjadi diantara kita.

Contonya..

Seringkali kita melihat teman kuliah yang dulu berjuang bersama, belajar bersama, bermain bersama, namun saat ini punya pencapaian dan posisi yang berbeda.

Tentu setelah mengetahui hal ini, dengan spontan langsung berkaca pada diri. Sudah dimana saya saat ini, kok si A sudah jadi manager, si B sudah bisa beli rumah.

Sedangkan kita? kerjaan masih stuck, tinggal di kontrakan.

Akhirnya kita mengunci diri dan melabeli diri “i’m not succes!” atau istilah nya comparison trap.

Kalau berfikir seperti itu memang manusiawi. Namun kalau keseringan jadi penyakit… So Stop mulai dari sekarang.

Apa akibatnya kalau terus dilakukan?

  • Hilang percaya diri
  • Tidak Produktif
  • Tidak Punya tujuan
  • Punya penyakit iri
  • Akhirnya menyalahkan Tuhan.

Yang terakhir di atas, itu sudah sangat akut levelnya.

Makanya, ketika kamu sudah mendekati kriteria diatas, segera sadar dan pride to your self. Stop untuk membandingkan diri dengan orang lain.

Apakah 4 akibat yang lainnya tidak bahaya?

Wah, saya katakan malah super bahaya.

Hilang percaya diri contohnya, kita akhirnya mencari pembenaran untuk membenarkan kemideran diri kita. Oh si A dulu pintar, wajar dia sudah di level ini.

Merasa bahwa kita tidak lebih baik dari yang lain.

Cukup sudah kita menjadi orang yang bermental penakut.

Padahal, kalau kita mau membandingkan diri, maka yang benar adalah membandingkan diri dengan diri kita kemarin.

….Bukan membandingkan diri dengan orang lain.

Bahkah Hadistnya, Nabi Muhammad SAW menyebutkan:

Celakah bagi manusia yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, dan hari esok lebih buruk dari hari ini.

So mulai sekarang, taklukan diri kita kemarin dengan lebih baik hari ini.

Kalau kemarin menolong orang 1 kali, maka hari ini harus menolong orang 2 kali.

Lantas Apa Arti Sukses?

Sukses itu adalah sebuah tujuan yang sudah direncanakan, dan dapat tercapai sesuai proses yang direncanakan.

Jadi sukses itu cocok disematkan pada keberhasilan dari satu rencana.

…Contoh

Kamu ingin lulus Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri.

Ini tujuan yang hendak kamu capai dalam berapa bukan kedepan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, kamu mulai mempersiapkan segalanya. Mulai dari:

  • Buku Bank Soal
  • Berlatih mengerjakan soal-soal yang akan diujikan
  • Berdoa lebih banyak dari sebelumnya.

Tiba saatnya ujian, kamu dapat mengerjakan semuanya dengan apa yang kamu pelajari.

Dan akhirnya kamu dinyatakan lulus. Goalsnya lulus bukan?

Yes, sesederhana itulah arti dari sukses.

Tidak Ada Kesuksesan Hidup Tanpa Tujuan

Seperti lulus menghadapi ujian masuk kuliah, sukses dalam hidup kurang lebih sama analoginya.

Ketika kita tidak memiliki tujuan dan goals yang ingin dicapai dalam hidup, artinya kita hidup jauh dari kata sukses.

Gimana mau sukses? Tujuan dan pencapaiannya saja tidak ada.

Ketika kita memiliki sebuah tujuan, kita akan mulai berfikir.

Berfikir tentang “bagaiman saya dapat mencapai tujuan tersebut”. Dari sanalah kita mulai membuat opsi-opsi yang akan dipilih dan ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.

Langkah yang diambil selalu melalui proses perhitungan, tidak berdasarkan keinginan maupun ikut-ikutan.

Hidup kita punya takdir dan jalan masing-masing. Sukses kita dengan orang lain bukanlah sebuah hal yang dapat diperbandingkan.

A part-time blogger, content writer, and WordPress enthusiast. Craving for everything about SEO and digital marketing.

Tinggalkan komentar