Cara Cerdas Bertahan di Lingkungan Kerja yang Toxic

Pada umumnya, semua pekerjaan punya tingkat stress yang sama!

Tapi kalau berangkat kerja ( atau bahkan baru memikirkannya saja ) sudah membuatmu capek, stress, dan demam, ini artinya pekerjaanmu punya tingkat stress yang lebih dari pekerjaan pada umumnya.

Itulah salah satu tanda kalau kamu sedang berada di lingkungan kerja yang beracun atau toxic. Kadang kala, situasi memang sedang tidak memungkinkan untuk segera meninggalkan, dan memaksa untuk tetap bertahan.

Lantas, bagaimana cara bertahan di lingkungan kerja yang toxic? simak penjelasanyaa dibawah ini ya.

8 Ciri Lingkungan Kerja yang Toxic

Sebelum lanjut ke cara bertahan di lingkungan kerja yang toxic, kamu perlu mengenali terlebih dahulu tanda-tandanya:

1. Menganut Sistem Kekeluargaan

Sebuah perusahaan yang menganut sistem kekeluargaan sudah dipastikan akan menjadi tempat yang super toxic.

Lho, bukannya baik ya? karena kita jadi semakin akrab satu sama lain?.

Ya memang betul kita akan semakin akrab dengan siapapun, termasuk dengan atasan. Akibatanya kelemahan orang Indonesia dimanfaatkan dengan baik disini.

Kamu akan semakin susah untuk berkata “tidak” pada rekan kerja, kepada atasan.

Yang lebih parah, kedepan akan susah mengambil hak-hak dasar karyawan.

Misalnya cuti, entah itu cuti karena hal mendadak, maupun cuti tahunan. Keduanya adalah hak karyawan, tapi akan susah kamu dapatkan.

Tidak hanya itu, kedepan juga akan semakin banyak mendapat tugas dari atasan. Yang mana, itu bukan dari bagian jobdesk dari pekerjaan kita. Tentu beban pekerjaan akhirnya bertambah.

Sampai pada saat tersebut, sanggupkah kamu untuk berkata tidak?

2. Pekerjaan Mengganggu Kehidupan Pribadi

Ciri-ciri lingkungan kerja yang toxic selanjutnya adalah pekerjaan yang mengganggu kehidupan pribadi. Ragamu sudah ada dirumah, namun pikiran tetap memikirkan pekerjaan selama 24/7.

Tidak sebatas pekerjaan utamamu, namun atasan seringkali mengubungi kamu diluar jam kerja. Hal ini akan angat mengganggu kenyamanan dan ketenangan pikiran. Akhirnya motivasi bekerja perlahan akan luntur.

3. Bekerja Lebih dari 8 Jam per Hari

Sebanyak apapun kamu mencintai pekerjaanmu saat ini, bekerja untuk sebuah perusahaan lebih dari 8 jam per hari adalah sebuah tanda lingkungan kerjamu tidaklah sehat.

Pekerjaan tidak akan selesai kalau kamu tidak lembur.

Lembur memang bukan hal yang salah, namun apabila terjadi repetisi maka hal ini adalah salah. Bisa jadi pekerjaan yang terlampu banyak, dan tidak realistis.

4. Pekerjaan Menimbulkan Rasa Cemas

Rasa cemas mungkin bisa saja dari luar, tapi faktanya lingkungan kerja yang beracun pasti akan menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran yang tidak sehat.

Apakah kamu sering merasakan migrain setiap hari?

Atau malah sudah demam membayangkan hari senin?

Kalau jawabannya adalah “YA”, maka sudah dipastikan lingkungan tempatmu bekerja sudah sangat beracun.

5. Pergantian Karyawan Tinggi

Dalam kurang dari 3 bulan, kamu selalu melihat karyawan baru diperkenalkan oleh HRD. Ini adalah pertanda besar bahwa tidak ada yang betah kerja di perusahaan tersebut.

6. Atasan yang Buruk

Atasan kamu ingin kamu selalu setuju dengannya.

Biasanya, atasan yang buruk ini datang dari kepemimpinan yang buruk juga. Dan parahanya, hirarki kepemimpinan yang buruk ini, akan membuat semua elemen berubah menjadi Toxic.

Ciri-ciri atasan yang buruk diantarnya, tidak mau mendengarkan bawahannya, terus mengkritik, merusak keputusanmu, dan juga semua kesalahan letaknya di bawahan.

Pemimpin dan atasan seperti ini akan merusak motivasi, performa, semangat kerja bawahannya.

7. Kurangnya Rasa Empati Sesama Rekan Kerja

Kamu menemui sesama rekan kerja yang gaya kerjanya adalah asal bagiannya selamat. Mereka tidak pernah mau berdiskusi bagaimana memecahkan masalah.

Ketika kamu menemui masalah dengan departemen lain, mereka akan menunjukkan ke semua orang, kalau pekerjaanmu salah.

8. Pilih Kasih yang Mencolok

Pilih kasih seharusnya tidak dapat dilakukan dalam kondisi apapun, baik itu ras, politik, agama, dan prasangka buruk lainnya.

Apalagi dalam dunia kerja, banyak pihak yang akan dirugikan  dengan adanya hal seperti ini.

Kamu sudah mengetahui ciri-ciri lingkungan kerja yang toxic. Kini saatya membahas cara yang dapat dilakukan untuk bertahan dan menghadapi lingkungan kerja yang toxic.

7 Cara Bertahan di Lingkungan Kerja yang Toxic

Meski begitu, bertahan di lingkungan kerja yang toxic mungkin bukan sebuah pilihan dan keinginan. Ada alasan kuat yang membuat orang yang berada disana belum juga beranjak.

Dan juga, kamu perlu cara khusus supaya kamu dapat bertahan meski berada dilingkungan beracun. Simak selengkapnya di bawah ini ya…

1. Berfikir Positif

Lho, kan saya berada di lingkungan negatif, toxic dan beracun! Bagaimana bisa berfikir positif?

Meski kecil, pasti ada hal positif yang dapat kamu ambil dari sana.

Jadikan semua hal yang kamu alami saat ini adalah sebuah fase penempaan diri menjadi lebih baik dari sebelumnya. Semua hal negatif pastilah dibarengi dengan hal positif, begitulah hukum alam yang telah dibuat oleh Nya.

2. Memperkuat Alasan

Cara bertahan di lingkungan kerja yang toxic berikutnya adalah memperkuat alasan untuk tetap tinggal. Kamu perlu mengingat kembali apa alasanmu untuk bertahan?

Apakah karena ada keluarga yang harus dinafkahi, apakah karena kamu ingin menimba ilmu yang dirasa cukup layak untuk diperjuangkan.

Dengan begitu, kamu jadi punya alasan yang akan kamu ingat ketika

Semua dapat bermula dari sebuah alasan.

3. Selesaikan Semua Pekerjaan di Kantor

Buatlah semua pekerjaanmu selesai di kantor. Tinggalkan semua energi negatif yang kamu temui di kantor tetap berada di sana.

Sudah saatnya kamu beristirahat dan mengumpulkan kembali energi postif. Lupakan semua pekerjaan setiba dirumah, matikan semua HP, email dan group chat kantor.

Lakukan kegiatan fovoritmu untuk mengalihkan pikiran dari pekerjaan kantor yang tiada habisnya itu.

4. Sebarkan Energi Positif

Percaya lah, meski lingkungan kerjamu beracun, kamu tetap bisa menebarkan energi postif. Paling tidak, kamu dapat menciptakan sebuah ruang lingkup lebih kecil yang dikelilingi oleh orang-orang postif juga.

Paling tidak kamu jadi punya sekutu, hehe…

5. Berani Mengatakan Tidak

Jika pekerjaanmu sudah sangat mengganggu kehidupan pribadi, maka membuat sebuah batasan adalah solusinya.

Hal ini sepertinya sulit, tapi kamu punya hak untuk untuk membuat batasan.

Kamu juga harus berani berkata tidak, untuk mengerjakan pekerjaan hari esok pada hari ini. Jangan biarkan orang lain seenaknya sendiri membuat aturan.

6. Dokumentasikan Setiap Pekerjaan

Dokumentasikan semua apa yang kamu alami ketika bekerja. Entah itu email, pesan, maupun panggilan dari atasanmu.

Karena sewaktu-waktu kamu ingin komplain ke HRD, kamu punya bukti yang jelas untuk diberikan.

7. Rencanakan Untuk Resign

Ya mungkin saja sukses dan berhasil untuk terus bertahan di lingkungan kerja yang toxic, tapi hal ini bisa jadi hanya cocok untuk beberapa orang.

Tapi jelas tidak berlaku untuk kita!

Oleh karena itu, ada baiknya kamu tetap punya rencana untuk resign, dan mulailah aktif melamar kerja!

Percaya atau tidak, dengan tetap aktif melamar kerja, kamu punya dorongan energi positif dan harapan baru bermunculan.

Eits, Jangan sampai, kejadian serupa menimpamu dimasa depan. Jadi kamu wajib melakukan riset dan kepo lebih banyak tentang perusahaan baru yang ingin kamu lamar.

Mengetahui tanda-tanda lingkungan kerja itu toxic atau tidak sangatlah penting dilakukan. Supaya kita benar-benar mendapatkan tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk bekerja.

Sementara cara bertahan di lingkung kerja yang toxic perlu diketahui, supaya kamu dapat survive meski berada ditempat yang beracun.

A part-time blogger, content writer, and WordPress enthusiast. Craving for everything about SEO and digital marketing.

Tinggalkan komentar