10 Cara Memilih Franchise yang Baik dan Tepat Tahun 2021

Cara memilih franchise yang baik dan tepat sangat dibutuhkan bagi orang-orang yang tertarik untuk memulai usaha waralaba seperti ini. Usaha seperti ini sangat populer sekarang karena dianggap telah mempunyai reputasi baik sehingga membuat pelaku usaha ini tidak perlu lagi membangun usaha dari nol.

Tentunya jika membangun usaha dari nol, maka akan membutuhkan modal yang cukup besar. Belum lagi adanya risiko bagi usaha pemula yang selalu menghantui.

Namun, bukan berarti usaha franchise tidak mempunyai kerugian. Dalam melakoni usaha seperti ini juga perlu memperhatikan tips-tips tertentu.

Bagaimana Cara Memilih Franchise yang Baik?

Agar tidak keliru dalam memilih usaha franchise, maka cobalah untuk memperhatikan beberapa cata berikut. Dengan usaha franchise yang cocok, maka siapa saja bisa menjadi pebisnis dengan untung besar dan selalu meraup kesuksesan.

1. Pilih Bidang Franchise yang Disukai

Penting sekali untuk memilih bidang franchise yang disukai sebelum terjun di dalamnya. Kenali terlebih dahulu dimana minat yang sebetulnya sebelum menentukan pilihan. Jangan sampai hanya mengikuti arus kekinian saja. Perlu menaruh minat sebelum melakoni usaha tertentu.

Misalnya, seseorang yang gemar makan kue dan roti. Maka cobalah untuk memulai usaha franchise di bidang kue maupun roti tersebut. Contoh dari franchise kue di antaranya Tacitos, Candy Crepes, Burger Bambang, Boba Pan dan sebagainya.

2. Pilih Produk dengan Prospek Bagus

Setelah mengetahui minat usaha franchise mana yang diinginkan, selanjutnya cobalah untuk memilih produk franchise dengan prospek bagus. Maksudnya, produk tersebut sudah pasti dibutuhkan oleh masyarakat luas. Jangkauan pasarnya harus mencakup banyak segmen pasaran.

Misalnya, usaha franchise yang bisa mencukupi kebutuhan masyarakat luas secara mendesak seperti:

  • Lotte Grosir,
  • Rajawali Mart,
  • LeuMart, Indomaret, Alfamart,
  • Alfamidi hingga Socamart.

Selain itu, mungkin kamu juga bisa mencoba usaha franchise di bidang fashion dengan peluang mumpuni seperti:

Baca Juga: 10 Tips Sukses Memulai Bisnis Franchise

3. Pilih Usaha yang Paling Diminati Masyarakat Luas

Temukan usaha yang paling banyak diminati oleh masyarakat luas.

Misalnya:

  • Minuman Boba,
  • Makaroni,
  • Kopi dan sebagainya.

Yang seringkali membuat banyak orang antri hingga mau memesan melalui ojek online demi bisa mencicipi kuliner-kuliner tersebut.

Akan tetapi, perlu juga memahami seberapa besar keinginan konsumen yang ada di sekitar tempat pendirian usaha tersebut.

Pelajari juga skema usaha franchise tersebut dalam beberapa waktu ke depan dengan baik.

“Jangan hanya mengikuti trend musiman”

4. Jangan Gampang Percaya Cerita Sukses Banyak Orang

Seiring dengan perkembangan teknologi yang ada di lingkungan masyarakat luas, maka cepat pula beredar banyak berita dan cerita. Salah satunya tentang cerita sukses dalam pendirian usaha franchise. Walaupun bisa dijadikan motivasi, namun jangan serta merta ditelan mentah-mentah.

Di balik adanya cerita sukses yang ditonjolkan tersebut, pasti ada perjuangan yang tidak instan. Pertimbangkan aspek yang perlu dicermati sebelum memilih usaha franchise.

Jangan terburu-buru. Pelajarilah dengan seksama bagaimana cara memilih franchise yang baik, agar pilihan dan rencana dapat dibuat dengan matang dan akurat.

5. Sesuaikan Modal dengan Tujuan Usaha

Hal yang tidak kalah penting dalam memulai usaha franchise adalah modal. Sesuaikan modla yang dimiliki dengan pilihan usaha franchise pilihan. Ketika memilih usaha franchise tanpa melihat budget yang dimiliki, tentunya hal tersebut hanya akan mempersulit saja.

Memang benar jika saat ini juga sudah banyak yang menawarkan pinjaman modal untuk usaha franchise. Akan tetapi, tentu saja bunga yang ditawarkan lumayan besar. Daripada meminjam modal usaha, alangkah lebih baiknya jika sudah memiliki modal cukup sendiri.

6. Cek Detail Usaha Franchise yang Hendak Dipilih

Sebelum memutuskan pilihan usaha franchise mana yang hendak dipilih, sebaiknya coba cek detail usaha franchise tersebut. Pastikan perusahaan franchise tersebut mempunyai reputasi yang baik. Walaupun produk franchise tersebut benar-benar disukai, namun tetap hindari perusahaan dengan reputasi buruk.

Reputasi buruk tentu juga akan berpengaruh ke depannya. Tentunya setiap orang ingin mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang, bukan? Maka dari itu, penting sekali untuk mengecek detail usaha franchise tersebut terlebih dahulu. Jangan sampai kecolongan dengan reputasi yang buruk. Kenali dulu!

7. Cermati Lebih Jauh Tentang Proyeksi Keuangan

Finansial plan

Sebelum mulai menjalankan usaha franchise, setiap pengusaha pemula perlu menganalisis dokumen guna mempertimbangkan pemilihan usaha tersebut. Salah satu hal yang utama ialah dokumen tentang proyeksi keuangan.

Coba cermati terlebih dahulu beberapa dokumen penting seperti harga jual, margin laba atau keuntungan hingga volume penjualan. Jika dibutuhkan, maka bisa menyiapkan waktu terlebih dahulu guna melakukan pemantauan ke sejumlah gerai terdekat agar bisa mengetahui kondisi yang sebenarnya ada di lapangan.

Baca Juga: 15 Supplier Dropship Terbaik dan Terpercaya

8. Cermati Kontrak Kerja dengan Seksama

Sebelum melakukan kerjasama kontrak kerja, maka setiap pengusaha pemula atau franchisor perlu benar-benar mencermati kontrak kerja dengan seksama. Jangan sampai melewatkan hal sekecil apapun yang bisa membuat rugi.

Pastikan juga sudah mengetahui tentang hal-hal apa saja yang dapat membuat usaha franchise tersebut berakhir. Lihat juga aspek apa saja yang berkaitan dengan pengalihan kepemilikan usaha franchise tersebut. Apabila kurang memahaminya, maka bisa menanyakan ke pihak ahli seperti pengacara.

9. Pastikan Ada Jaminan di Perjanjian

Jaminan menjadi hal penting dalam kontrak kerja. Termasuk pada usaha franchise. Jika memang ada jaminan di dalam perjanjian usaha franchise tersebut, maka cermati lebih jauh. Jaminan tersebut bisa berupa jaminan yang menyangkut pengusaha maupun garansi lainnya terkait seluruh pihak.

Contohnya, jaminan izin guna memakai merk franchise serta jaminan pemilik cabang guna memperoleh hak eksklusif. Biasanya hal semacam ini ada, maka dari itu coba cermati semua kontrak kerja yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai ada satu hal pun yang terlewatkan termasuk jaminan.

10. Temukan Lokasi Usaha yang Strategis

Di dalam pendirian usaha franchise, perlu benar-benar bisa menemukan lokasi usaha yang strategis. Jangan sampai sembarangan memilih tempat. Nantinya lokasi yang dipilih untuk mendirikan usaha franchise akan sangat berpengaruh dalam return usaha tersebut.

Demikianlah 10 tips tentang cara memilih franchise yang baik dan tepat. Pada hakikatnya, memilih suatu bidang usaha diperlukan pengamatan yang mendalam mengenai minat dan trend. Apakah hanya sekedar trend musiman, atau akan tetap berlanjut kedepannya.

Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat…

Share:
  • 1
    Share

Tinggalkan komentar