Cara Mempercepat Loading Blog Dalam 7 Langkah Praktis

Kalau anda sedang mencari informasi tentang bagaimana cara mempercepat loading blog atau website dengan platform wordpress menggunakan bantuan plugin, berarti anda membaca artikel yang tepat.

Mungkin sudah banyak membuat artikel serupa di luaran sana. Tapi entah mengapa saya merasa perlu membagikan versi dari pengalaman pribadi. Yang mana hasilnya cukup memuaskan setelah saya lakukan.

Page Speed Insight:

  • Speed Dari 77 ke 99

mempercepat loading blog

hasil test speed loading blog dengan speed insight google

GT Metrix:

  • Performance dari D ke A (Update terbaru dari GT Metrix)

hasil tes setelah mempercepat loading blog wordpress dengan bantuan plugin

Kok tidak sampai nilai sempurna?

Ini sebetulnya masih bisa dibuat sampai sempurna, apabila saya menggunakan tema yang ringan seperti generatepress, neve ataupun genesis.

Asal hasil yang didapatkan sudah berwarna hijau, berarti performanya sudah seusuai dengan apa yang diharapkan oleh Google.

Hasil yang saya peroleh ini sudah sangat memuaskan. Jika dibandingkan dengan blog saya yang lain dengan pengaturan yang sama, Tetapi dengan hosting yang berbeda.

Jadi untuk sementara saya tidak memusingkan hal ini terlebih dahulu.

Berita bagusnya lainnya adalah ketika saya melakukan proses mempercepat loading blog ini, saya melakukannya dengan:

  • Tanpa CDN
  • Menggunakan Shared Hosting
  • Tanpa Coding
  • Tanpa Plugin Premium

Mengapa Harus Mempercepat Loading Blog?

Anda perlu mengetahui mengapa kita harus meningkatkan kecepatan blog/website. Simak keterangan dibawah ini untuk mengetahui alasan terbesar mengapa harus meningkatkan kecepatan loading blog:

1. Pengunjung Blog / Website

Sebagai sesama pengguna internet, anda pasti pernah dong membuka artikel dari hasil pencarian.

Tapi karena loadingnya lama, anda back ke google dan mencoba untuk memilih artikel lain yang tersedia. Apabila hal itu terjadi, berarti tingkat bounce rate blog anda semakin meningkat. Semakin buruk pula dimata search engine.

Alhasil, kesempatan mendapatkan pengunjung semakin berkurang. Untuk itu sebagai pemilik blog anda wajib mempercepat loading blog anda.

2. Ranking Google

Anda harus membaca news dari pihak google, yang menyatakan bahwa speed adalah faktor yang berpengaruh besar terhadap ranking website dan blog.

google developer menyatakan bahwa speed page adalah landing factor

Jadi kecepatan blog adalah salah satu point vital untuk mendapatkan ranking 1 di google search.

Langkah-Langkah Mempercepat Loading Blog WordPress

Mari kita lanjutkan ke poin utama artikel ini. Dimana kita akan membahas detail cara mempercepat loading blog dengan plugin di WordPress.

A. Melakukan Test Kecepatan Loading Blog

Tentu sebelum melihat hasil yang didapat. Anda perlu melakukan speed test terlebih dahulu untuk mengetahui kecepatan blog anda.

Tools yang ada saat ini sangat beragam, anda dapat menggunakan salah satunya:

Pilih tools yang mana jadinya?

Kalau saya pribadi lebih menyarankan menggunakan Google speed insight. Alasannya di google speed ini sudah bisa anda ketahui hasil speed test dalam mode selular dan desktop.

Selain itu, setelah memperbaiki apa yang disarankan oleh Google Speed Insight, performa di Tools lain juga akan meningkat.

Cara menggunakannya sangat mudah kok, buka link di atas (Google Speed Insight). Isikan alamat url anda lalu klik analisys.

speed insight untuk test speed website wordpress

B. Cara Mempercepat Loading Blog dengan Bantuan Plugin WordPress

Langkah selanjutnya adalah menginstall plugin di wordpress. Dari pengalaman saya, plugin yang tersedia gratis ini sudah cukup untuk menunjang performa dan kecepatan.

Berdasarkan saran-saran yang bisa anda lihat dari hasil test di Google Speed Insight. Hal yang dapat dilakukan untuk mempercepat loading website adalah seperti berikut ini:

  1. Cache
  2. Reduce Initial Server Response Time
  3. Hilangkan Resource Render Blocking
  4. Tunda Gambar dibalik Layar (Lazy Load)
  5. Optimasi Gambar
  6. Bersihkan Database
  7. Mengurangi Code Tanpa Far Future Expiry Header

1. Mengaktifkan Cache

Cache adalah informasi dari server yang disimpan di browser pengunjung yang datang keduakalinya. Jadi ketika website atau blog anda dibuka, maka semakin cepat menampilkan halaman yang diminta browser.

Hal tersebut dikarenakan, berkas http yang diminta browser sudah di simpan dalam file temporary oleh browser pengunjung website Anda.

Saat ini ada banyak sekali plugin cache yang bisa anda gunakan.

Misalnya:

  • Wp Rocket
  • W3 Total Cache
  • WP Fastest Cache
  • Lite Speed Cache

Mana yang bisa anda gunakan?

Saya sudah mencoba semuanya. Dari keempat plugin cache di atas, yang 100% free adalah LiteSpeed Cache. Artinya semua fitur bisa anda nikmati tanpa harus berbayar sedikitpun. Tapi itupun server yang anda gunakan sudah menggunakan LiteSpeed Server.

Pada studi kasus kali ini, saya menggunakan WP Fastest Cache. Setelah saya lakukan beberapa kali riset, kombinasi plugin ini dengan plugin Autoptimize menghasilkan perpaduan yang wow!.

plugin wp fastest cache sebagai Cara Mempercepat Loading Blog

Untuk detail pengaturan di WP Fastest Cache saya akan bahas di artikel selanjutnya.

2. Mempercepat Loading Blog Dengan “Reduce Initial Server Response Time”

Reduce Initial Server response time

Istilah ini lebih dikenal dengan TTFB adalah waktu yang dibutuhkan untuk menerima byte data pertama dari server.

Dengan kata lain, metrik ini menghitung durasi mulai dari request HTTP (saat memasukkan alamat website di browser atau mengklik link website) hingga server merespons request Anda.

Lalu, apa bedanya TTFB dengan load time (total waktu loading website)?

Jadi, TTFB adalah bagian dari load time. Jika TTFB hanya menghitung waktu mulai dari request HTTP sampai server memberikan respons, load time mengukur waktu yang dibutuhkan mulai dari request HTTP hingga halaman website terbuka secara utuh. Berikut ilustrasinya:

mengurangi waktu initial response time dengan plugin untuk mempercepat performa blog
Sumber: Niaga Hoster

Berikut adalah faktor-faktor yang berpengaruh:

  • Jumlah traffic tinggi
  • Tema WordPress Berat
  • Lokasi server jauh
  • Performa server kurang memadai
  • Terlalu banyak plugin
  • Versi PHP yang belum diperbarui

Idealnya, TTFB untuk konten statis seperti HTML, CSS, dan file JavaScript adalah di bawah 100 milliseconds (ms). Sedangkan angka normal untuk konten dinamis adalah 200 hingga 500 ms.

Solusi untuk meningkatkan performa pada bagian ini adalah dengan:

  • Tema – Pilih yang ringan seperti Generate Press, Neve, Writee
  • Plugin – Kombinasi plugin yang tidak cocok menyebabkan code berantakan atau konflik
  • Server – Bagaimanapun server pemegang peran utama untuk meningkatkan performa website/blog wordpress.

Pada kasus yang terjadi pada blog saya, tema yang saya pakai adalah buatan PressMaximum, dengan child themenya yaitu Customify.

Memang cutomisasinya cukup mudah dilakukan, namun performanya memang masih kalah dengan tema-tema wordpress yang berani klaim kalau load speednya mencapai angka sempurna.

Dari sanalah saya beralih ke GeneratePress.

Ternyata memang banar, setelah saya ganti ke GeneratePress permasalahan di atas langsung teratasi.

Bagai anda yang belum tahu apa saja yang perlu di pertimbangkan untuk memilih tema wordpress yang baik, anda dapat membaca referensi berikut ini. Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tema wordpress.

Kalau anda telah mengganti tema dan plugin, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan.

Anda bisa menggunakan wordpress accelerator di server shared hosting anda. Kalau di Indonesia sendiri NiagaHoster.com sudah menggunakan wordpress accelator di shared hostingnya.

Sehingga permasalah server response tidak akan jadi masalah.

3. Eliminate Render-Blocking Resources

mengurangi render blocking dengan plugin autoptimize

Sumber yang memblokir proses rendering website anda biasanya adala code java script, html dan css yang kurang maksimal.

Tapi tenang, masalah ini bisa anda atasi dengan plugin Autoptimize. Dengan Plugin Autoptimize anda bisa mengoptimasi code seperti: JS, CSS dan Html dengan sekali klik.

autoptimize adalah plugin terbaik untuk optimasi java script, css dan html untuk Mempercepat Loading Blog

Setelah anda mengomtimasi JS, CSS dan HTML. Permasalahan yang akibat render blocking sudah teratasi, sehinggah hasil yang didapatkan setelah di test di Google speed insight sudah menunjukkan performa yang cukup memuaskan.

Biasanya angka performa website anda sudah berwarna hijau. Tapi jangan puas dulu, anda masih bisa meningkatkannya.

4. Cara Mempercepat loading Blog  dengan Lazy Load

Menunda gambar dibalik layar artinya, gambar yang tidak terlihat oleh pengunjug website anda tidak akan di tampilkan terlebih dahulu. Istilah kerennnya adalah (Lazy Load)

Hal ini juga saya rasakan sangat membantu meningkatkan performa blog. Caranya cukup mudah kok, anda bisa menggunakan salah satu plugin gratis berikut ini.

  • A3 Lazy Load
  • Lazy Load by WP Rocket
  • WP Image Lazy Load
  • Crazy Lazy
  • Ajax Load More
  • Image optimization & Lazy Load by Optimole

Kalau anda bertanya yang mana, maka secara pribadi saya memilih Optimole. Karena rating yang dimilikinya dan penggunaanya free. Namun masih dibatasi dengan maksimal 5000 pengunjung perbulan.

plugin optimole untuk membuat image lazy load dan peningkatan performa loading blog atau website

Dengan mengaktifkan fitur yang dimiliki Optimole, besar kemungkinan page score website atau blog anda sudah mencapai 95 lebih. Anda bisa melakukan test di salah satu halaman blog anda. Gambar yang belum anda lihat otomatis belum dimuat.

5. Optimasi Gambar Dapat Meningkatkan Kecepatan Loading Blog

Mengoptimasi gambar ini salah satu kelebihan yang bisa anda dapatkan ketika menggunakan wordpress. Saat ini rata-rata tools untuk test speed website menganjurkan penggunaan format gambar modern.

Yaitu format gambar webP.

Gambar yang tidak diubah kedalam format webP akan cenderung menyebabkan permintaan ke http semakin besar. Untuk mengubah ke format webP anda bisa menggunakan plugin Imagify.

imagify salah satu plugin untuk meningkatkan performa gambar website

Plugin ini tersedia gratis, dengan jatah maksimal optimasi 250 MB. Jumlah ini cukup besar apabila anda mengupload gambar dengan ukuran dibawah 100 Kb.

Atau dengan rincian perhitungan 250 MB berbanding dengan jumlah gambar:

  • 250 Gambar berukuran 1 MB
  • 2500 Gambar berukuran 100 Kb

Cara menggunakannya anda harus mendaftarkan diri terlebih dahulu menggunakan email. Kemudian anda akan mendapatkan API Key yang diminta oleh Plugin Imagify.

Apabila anda menggunakan gambar free copyright seperti Pexel, Pixabay, ataupun Unsplash.com. Anda wajib mengkompressnya terlebih dahulu. Karena biasanya ukuran gambar asli ketika selesai didownload bisa mencapai 3 MB.

Tools Pengkompres Gambar

Memang dengan plugin Imagify gambar sudah otomatis di optimasi. Tetapi untuk menghemat kuota gambar ada baiknya anda mengkompres terlebih dahulu gambar yang akan anda upload.

  1. Mengkompres Gambar PNG dengan TinyJPG
  2. Mengurangi Ukuran Gambar JPEG dengan Compress JPEG

Kemampuan kompress mereka mencapai 60%, hebatnya kualitas gambar tidak menurun atau pecah.

6. Membersihkan Database

Hal selanjutnya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan loading blog anda adalah dengan membersihkan database secara rutin.

Database ini bisa berasal dari update postingan, trash dan auto draft. Membersihkan database ini bisa dilakukan lewat cpanel, tapi bikin pusing hehe..

Jadi cukup menggunakan plugin WP Optimize.

Bagi anda yang menggunakan LiteSpeed Cache anda tidak perlu mendownload plugin ini. Karena sudah bisa anda lakukan di litespeed cache.

Karena clean database di WP Fastest cache hanya tersedia di versi berbayar, makanya saya menggunakan plugin WP Optimize untuk membersihkan database.

wp-optimize adalah plugin wordpress untuk membersihkan database , cache dan compress image

Cukup centang bagian yang ada pada gambar di atas untuk membersihkan database blog anda. Lakukanlah secara periodik, misal 1-2x seminggu sudah cukup.

7. Mengurangi Code Tanpa Far Future Expire Header

Cara mempercepat loading blog yang sering diabaikan adalah mengurangi code tanpa far future expire header.

Far future expire header artinya ada beberapa komponen yang berasar dari pihak ketiga. Dengan adanya source pihak ketiga, maka komponen tersbut tidak bisa disimpan dalam cache.

Akibatnya setiap kali  blog anda di buka, maka browser akan mendownload ulang komponen pihak ketiga tersebut. Dibawah ini adalah beberapa contoh pihak ketiga yang menyebabkan HTTP request membesar dan loading blog melambat.

  • Google Tag (  Google Analytics )
  • Google Font

Temukan solusinya dibawah ini:

# Solusi Untuk Google Analitycs

Kalau anda melakukan test dengan GT Metrix tentu anda akan tau komponen apa saja yang memerlukan far future expiry header ini.

Sebagaimana kita tahu, Google tag adalah kode yang digunakan google analitycs untuk mengamati trafik blog dan website kita.

Code ini perlu di tanam didalam skript website.

Apabila anda langsung menginputkan Google tag ke header blog, maka peringatan code with far future expiry header akan selalu muncul.

Solusinya adalah dengan menginputkan code tersebut dengan plugin yang didesasi khusus untuk google tag. Beberapa plugin yang populer dan ringan saat ini adalah CAOS dan Google Analitycs.

Saya peribadi menggunakan Google Analitycs, karena terasa lebih ringan.

Cara menggunakannya juga sangat mudah kok. Anda tinggal memasukkan Code Tag – pilih Global Site Tag – dan terakhir pilih letak tracking code. Seperti gambar dibawah ini:

cara memasukkan google analitycs di wordpress dengan plugin

Lebih disaran meletakkan tracking code di wp-footer, karena dengan begitu akan menghilangkan peringatan far future expiry header. Namun apabila anda ingin mengikuti apa yang disarankan Google anda bisa memilih untuk meletakkannya di wp-header, far future header tetap akan muncul, namun total time loadnya sudah cukup cepat.

# Solusi Untuk Google Font

Sama seperti google tag, Google font adalah huruf yang disediakan google.

Cara kerjanya adalah, browser mendownload google font terlebih dahulu saat halaman website dibuka.

Solusi menanganinya adalah dengan mengupload google font yang ada ke website anda. Atau anda kembalikan semua font ke bawaan tema yaang anda gunakan.

Apabila semua langkah sudah anda lakukan, saya yakin performa dan kecepatan loading blog wordpress anda sudah meningkat.


Frequently Asked Questions

Hal-hal yang sering ditanyakan di google mengenai cara meningkatkan performa blog.

1. Berapa jumlah plugin maksimal yang boleh di instal?

Plugin memang memberikan kemudahan untuk mengkustom wordpress. Tetapi apabila terlalu banyak juga akan menyebabkan loading blog anda melambat.

Saya juga sudah mencari banyak informasi mengenai jumlah maksimal yang boleh di Instal, namun belum ada yang memberikan jumlah pasti.

Secara garis besar saya menyimpulkan begini:

  • Untuk shared hosting jumlah plugin saya batasi hanya sampai 15-17 saja.
  • Apabila anda menggunakan VPS bisa jadi lebih dari 17 masih dalam performa yang baik

Ada baiknya anda menghapul plugin bawaan, dan plugin yang tidak digunakan.

2. Bisakah meningkatkan kecepatan blog dengan PHP

Jawabnya sangat bisa, wordpress sendiri telah menyatakan bahwa dengan meningkatkan versi PHP. Website bisa lebih aman dan meningkatkan performa.

Oleh karena itu sering-sering lah mengupdate ke versi yang baru. Karena biasanya wordpress yang baru saja diinstal masih menggunakan versi PHP 5.3.

Anda bisa mengecek versi PHP anda sekarang juga di menu dashboard wordpress – Tools – Site Health

site health untuk mengecek performa blog dan website wordpress anda

Cara untuk menaikkan versi PHP adalah melalui Cpanel. Di artikel berikutnya saya akan bahas bagaimana mengupdate versi PHP.

3. Apakah Tema berpengaruh pada kecepatan loading blog?

Jawabnya adalah yess.. Karena beberapa tema wordpress memang cukup berat, baru tema kosong saja ada yang mencapai 2-3 MB.

Oleh karena itu sebaiknya anda menggunakan tema yang ringan-ringan saja, misal Neve, Astra, dan Writee. Dimana ukuran mereka dibawah 100 Kb.

Kalau anda butuh referensi tema wordpress dengan loading tercepat. Saya sudah menuliskannya di: 10 Tema wordpress dengan loading tercepat + speed testnya.

4. Apakah Adsense memperlambat loading blog?

Jawabnya adalah benar, karena iklan termasuk pihak ketiga. Seperti yang saya sebutkan di atas, browser akan mendownload recourse dari google terlebih dahulu sebelum menampilkan iklan.

Apabila anda menggunakan wordpress, anda bisa menggunakan Lazy Load pada iklan. Baik dengan menggunakan plugin (misalnya Advanced Ads Pro) atau skript tertentu di footer.php.

Alternatif lainnya adalah hindari penampilan iklan otomatis. Karena letaknya bisa se-enak jidat google dan jumlahnya susah di atur.

5. Sudah menerapkan semua langkah-langkah di atas namun loading masih lemot?

Apabila anda sudah menerapkan semua langkah di atas, namun masih belum medapatkan performa yang memuaskan. Maka kemungkinan dan solusinya ada 3.

  • Traffic Anda Sudah Tinggi – berarti anda sudah waktunya menggunakan CDN atau Beralih ke VPS
  • Hosting Tidak Memadai – ini juga bisa terjadi, karena pada dasarnya orang-orang memang suka yang murah. Sudah saatnya anda mencari hosting yang lebih terpercaya.
  • Anda perlu referensi cara membuat blog yang benar.

Penutup

Demikianlah artikel mengenai bagaimana meningkatkan performa dan kecepatan loading blog tanpa CDN, Coding dan Plugin berbayar.

Walaupun sudah banyak yang menulis, saya tetap ingin membagikan apa yang saya dapat supaya anda dapat membaca informasi yang valid.

Selamat mencoba dan Enjoy reading…

A part-time blogger, content writer, and WordPress enthusiast. Craving for everything about SEO and digital marketing.

2 pemikiran pada “Cara Mempercepat Loading Blog Dalam 7 Langkah Praktis”

  1. Bang saya pakai litespeed web cache dan autooptimize tapi masih slow kenapa ya bang hehe. Udah dipasang di vps sendiri. Mohon pencerahannya.

    Sayangnya bang arya gak buka jasa optimizekan web wordpress ya… Hehe

    Balas

Tinggalkan komentar