Dropship: Bisnis Sampingan Tanpa Resiko dan Modal

Pandemi telah mengajari kita banyak hal, salah satunya adalah tidak menggantungkan diri pada satu pendapatan saja. Misal, hanya mengandalkan gaji dari kantor. Kita perlu pemasukan tambahan dari usaha atau bisnis lain, supaya tidak langsung jatuh ketika kehilangan satu sumber penghasilan.

Ibaratnya, kita berdiri dengan dua kaki, jika salah satu kaki sedang terluka maka satu kaki yang lain akan menjadi penopang sementara.

Membangun bisnis sendiri adalah salah satu solusi untuk membuat sumber penghasilan kedua setelah pekerjaan utama.

Anda tidak perlu membayangkan bisnis dengan modal yang besar. Karena saat ini banyak bisnis yang tidak hanya minim resiko, tetapi juga bisa dilakukan tanpa modal.

Dropship adalah salah satunya, metode bisnis yang satu ini menawarkan kedua hal di atas. Bisnis ini mirip juga dengan menjadi Reseller, namun tidak sepenuhnya sama.

Dua hal ini memang memiliki kesamaan, yaitu menjual barang orang lain dengan menaikan harga agar mendapat keuntungan yang maksimal.

Pada artikel ini, kita akan membahas pengertian kedua metode bisnis ini. Lengkap beserta dengan masing-masing cara kerjanya.

Pengertian Bisnis Dropship dan Reseller

Untuk mengetahui perbedaan antara keduanya, simak keterangan selengkapnya dibawah ini.

Oh iya, bagi anda yang butuh ide pekerjaan sampingan lain, yang dapat dikerjakan dari rumah, saya sudah menuliskannya di sini: 15 Ide dan Peluang Pekerjaan Sampingan dari Rumah.

Apa Itu Dropship dan Cara Kerjanya

Secara singkat Dropship dapat di artikan dengan sebuah metode berjualan tanpa harus memiliki barang yang hendak di jual.

Jadi ketika menjalani bisnis dropship, anda tidak perlu memiliki dan menyetok barang yang hendak di jual. Bahkan hingga proses pengiriman, anda juga tidak perlu terlibat secara langsung.

Oh iya, Orang yang melakukan bisnis ini biasa disebut dengan Dropshipper.

Karena semua proses jual beli akan di lakukan oleh supplier dari si Dropshipper tadi.

Tenang, pelanggan anda juga dijamin tidak akan mengetahui dari mana sumber asli barang yang telah anda jual. Mereka taunya membeli barang dari toko anda.

Cara Kerja Dropship

Dalam bisnis dropship, ada beberapa pihak yang memainkan peran penting.

  • Supplier – Adalah penyedia barang yang hendak dijual
  • Dropshipper – Adalah pihak yang menjualkan barang milik supplier
  • Pembeli – Orang yang membeli barang dari dropshipper

Anda tidak perlu memikirkan supplier, karena mereka tentu sudah mengambil untung. Yang perlu anda pikirkan adalah seberapa banyak margin keuntungan yang hendak anda peroleh.

Misal:

Supplier memiliki produk berupa sepatu, dengan harga jual Rp 350.000 rupiah.

Anda sebagai Dropshipper berminat menjual sepatu milik si supplier, yang perlu anda pikirkan adalah seberapa banyak keuntungan yang hendak di peroleh.

Sebelum menentukan harga, hendaknya anda paham kualitas yang barang yang hendak anda jual. Memiliki referensi harga pasar. Biasanya margin keuntungan yang dapat anda gunakan adalah 10% – 20%.

Katakanlah anda mengambil keuntungan 10%, maka anda dapat menjual sepatu dengan harga, Rp. 350.000 + Rp 35.000 = Rp 385.000 Rupiah.

Ketika Pembeli berminat dengan produk yang anda tawarkan, maka mereka akan membayar dengan jumlah Rp.385.000. Setelah pembelian dikonfirmasi, anda dapat membelinya ke supplier berikut dengan detail alamat si Pembeli.

Dari sini anda tinggal duduk santai, karena proses pengiriman akan dihandel langsung oleh supplier.

Mudah Bukan?…

Apa Itu Reseller dan Cara Kerjanya

Menjadi reseller artinya anda menjadi agen sebuah produk yang hendak dijual kembali. Melalui beberapa kesepakatan antara pihak reseller dan pemilik produk.

Anda perlu membeli sejumlah produk yang hendak dijual terlebih dahulu. Tidak hanya itu, anda juga akan mengurus proses penjualan hingga pengiriman secara mandiri.

Cara Kerja Reseller

Dalam bisnis reseller, kurang lebih terdapat jumlah pemain yang sama dengan bisnis dropship.

  • Supplier – Sebagai Pemilik produk
  • Reseller – Pihak yang akan menjadi penjual produk supplier
  • Pembeli – Orang yang membeli produk dari reseller.

Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Dropship vs Reseller

dropship vs reseller

Dari penjelasan di atas, memang sudah dapat diketahui perbedaan mendasar dari kedua bisnis ini. Di bawah ini adalah uraian detail perbedaan antara kedua metode bisnis ini.

Kelebihan Berbisnis Dengan Metode Dropship

Minim Biaya dan Resiko

Ya, seperti dijelaskan di awal, dengan sistem dropship membuat anda hanya perlu mengeluarkan uang hanya pada saat barang tersebut laku.

Dengan begitu, anda hanya akan membeli barang yang jelas sudah ada pembelinya. Ketika barang yang di promosikan mendapatkan pembeli, saat itulah anda baru membeli dari supplier.

Hemat Waktu

Hal ini menjadi keuntungan saat anda mesti fokus dengan pekerjaan utama. Karena dengan metode ini, anda bisa berjualan dimana saja dengan bantuan gadget dan pc.

Selain itu, anda tidak perlu repot mengurusi soal pengemasan dan pengiriman barang. Karena hal itu akan ditangani oleh pihak supplier secara langsung.

Fokus anda dalam menjalankan bisnis ini adalah, bagaimana caranya dapat menjual produk sebanyak mungkin.

Semakin banyak pembeli, berarti semakin banyak pemasukan!

Kekurangan Berbisnis Dengan Metode Dropship

Tidak Terlalu Menguasai Produk Dagangan

Hal ini terjadi karena anda hampir tidak pernah melihat dan menyentuh atau bahkan mencoba barang dagangan anda. Karena proses pengiriman tidak melewati anda terlebih dahulu, tetapi langsung dari supplier ke pembeli.

Dengan metode dropship, anda hanya memperoleh pengetahuan tentang produk jualan anda dari cerita pihak supplier saja.

Saran:

Sebelum memilih produk yang hendak dijual menggunakan metode ini, ada baiknya anda cek terlebih dahulu kualitasnya secara langsung. Untuk mengurangi resiko komplain pelanggan, yang mengakibatkan citra anda di mata konsumen memburuk.

Rekomendasi Untuk di Baca: Cara Menjadi Dropshipper Di Tokopedia dengan Supplier Dari Shopee

Kelebihan Berbisnis Dengan Metode Reseller

Dapat Mengenal Produk Dengan Lebih Jelas

Ya, ini adalah salah satu kelebihan dari berbisnis metode reseller. Kenapa? Karena dengan menjadi reseller, anda diharuskan untuk membeli dan menyimpan barang dagangan anda terlebih dahulu sebelum anda memasarkannya pada banyak orang-orang.

Dengan anda menyetok barang tersebut terlebih dahulu, anda jadi mengerti soal tekstur, bahan, bau, fitur, kelebihan, kekurangan karena anda dapat sedikit menjajal barang dagangan anda.

Online dan Offline is Okay

Karena barang dagangan ada di tangan anda, anda bisa tawarkan itu langsung pada orang lain lewat online dan offline.

Berjualan dengan cara offline bisa anda lakukan dengan menawarkan produk ke teman, tetangga maupun saudara terdekat.

Bawalah sampel untuk meyakinkan kualitas barang yang hendak dijual. Perlu di sadari, berjualan secara offline rasanya lebih simpel, karena tidak harus memikirkan masalah packing dan pengiriman.

Kekurangan Berbisnis Dengan Metode Reseller

Wajib Menyetok Barang Terlebih Dahulu

Menyetok barang, biasanya adalah kendala bagi seseorang yang ingin memulai bisnis. Artinya anda harus punya dana khusus yang memang ditujukan untuk memulai bisnis. Sebagai antisipasi apabila barang tidak langsung laku terjual semua.

Selain membutuhkan dana khusus, tempat menyimpan barang adalah pertimbangan selanjutnya. Anda wajib menyediakan tempat khusus untuk menyimpan barang yang hendak dijual, untuk menjamin kualitas tidak menurun ketika barang belum terjual.

Berpotensi Mengalami Kerugian yang Cukup Tinggi

Karena wajib untuk menyetok barang terlebih dahulu dengan jumlah yang banyak, membuat bisnis metode ini berpotensi mengalami kerugian.

Ya walaupun bisnis apapun memiliki potensi kerugian, namun jika dibandingkan dengan dropship, maka reseller potensi kerugian lebih besar.

Anda wajib riset mengenai potensi pasar mengenai produk yang hendak dijual. Dan juga sebaiknya barang yang di jual adalah barang yang memiliki daya tahan cukup lama. Misal: Sepatu, Tas, dan barang sejenis yang tidak mengalami kerusakan dalam hitungan bulan.

Mandiri Dalam Menjalankan Penjualan

Tentu saja dengan memiliki stok barang di tangan anda, semua proses penjualan menjadi tanggung jawab anda sepenuhnya. Mulai dari pengecekan, menawarkan, bertransaksi, sampai menanggapi keluhan pembeli menjadi tugas anda sebagai pihak reseller.

Kesimpulan

Anda telah mengetahui cara kerja dan perbedaan mendasar pada kedua metode bisnis di atas. Pada dasarnya semua bisnis memiliki resiko, namun dengan memahami cara kerjanya kita bisa meminimalisir potensi resiko.

Bagi anda yang belum dapat memanage waktu dengan baik, antara pekerjaan utama dan bisnis sampingan, bisnis dengan metode dropship adalah solusinya.

Sebaliknya, jika dirasa anda dapat memanage waktu dan punya sumber daya yang cukup, bisnis reseller adalah pilihan tepat. Karena dapat menjangkau calon pembeli lebih banyak dengan dua cara sekaligus, yaitu offline dan online.

A part-time blogger, content writer, and WordPress enthusiast. Craving for everything about SEO and digital marketing.

Tinggalkan komentar