20 Istilah dalam Bisnis yang Wajib Kamu Ketahui

Saat kamu memutuskan untuk bergelut ke dalam dunia bisnis, maka perlu memahami betul istilah-istilah bisnis dan hal lain yang berkaitan. Lagi pula siapa sih yang tidak mau sukses dalam berbisnis? Maka dari itu, penting sekali mengetahui seluk beluk bisnis secara mendetail.

Dengan berbisnis kamu bisa mendapatkan keuntungan dengan cara yang begitu fleksibel. Kamu akan bekerja sesuai dengan jam kerja sendiri tanpa diatur oleh orang lain. Waktu luangmu juga bisa lebih banyak dan bekerja bisa menjadi lebih asyik.

Daftar Istilah-Istilah Bisnis yang Perlu Kamu Tahu

Sebelum benar-benar terjun ke dunia bisnis, ada baiknya cari tahu terlebih dahulu tentang istilah-istilah apa saja yang ada di dalamnya. Dengan begini, nantinya kamu tidak akan kebingungan lagi ketika menjumpai istilah-istilah berikut.

1. Anggaran Dasar

Dalam dunia bisnis juga dikenal yang namanya anggaran dasar. Istilah ini merujuk kepada dokumen yang memberikan penetapan peraturan bersama terkait misi dan visi perusahaan.

Dokumen ini begitu penting sebagai penuntun jalannya suatu bisnis sehingga diharapkan keberlangsungannya bisa terus baik.

Anggaran dasar menjadi pondasi yang bersifat mengikat sekaligus mengatur anggota guna bekerjasama dalam melakoni bisnisnya.

2. B2B

B2B juga menjadi istilah yang sangat populer dalam dunia bisnis. B2B merupakan kependekan dari Bisnis to Bisnis yaitu jenis bisnis dengan bentuk transaksinya antar bisnis tanpa berhubungan langsung dengan pelanggan.

Kamu tentu setuju bahwa belakangan ini fenomena B2B begitu ramai di lingkungan sekitar.

Di Indonesia sudah banyak bisnis B2B yang merebak. Beberapa diantaranya PT. Krakatau Steel, Unilever, PT. Repex Wahana, PT. Avesta Continental Pack, PT. Asaba dan masih banyak lagi.

3. Branding

Branding juga termasuk ke dalam istilah yang populer dalam bisnis. Branding merupakan proses pembuatan nama sebagai identitas produk maupun jasa yang dipasarkan oleh suatu perusahaan.

Branding menjadi kekuatan guna menarik perhatian banyak konsumen agar membeli produk atau jasa.

Umumnya, branding dilakukan dengan menerapkan semacam strategi khusus. Diharapkan dengan adanya branding maka bisa memberikan keuntungan yang besar bagi tiap pelaku bisnisnya dengan optimal.

Branding juga tidak melulu mengenai sebuah produk, tetapi bisa juga branding personal. Atau lebih familiar dengan sebutan presonal branding.

Baca selengkapnya di: Pentingnya Membangun Personal Branding

4. Brand Awareness

Brand awareness merujuk kepada daya ingat konsumen terhadap produk maupun jasa dari perusahaanmu. Hal-hal paling mudah yang bisa diingat konsumen diantaranya merek, harga dan kualitas. Konsumen akan mudah mengingat produk atau jasa tersebut melalui slogan, kemasan, logo dan gambar.

5. Cash Payment

Cash payment merupakan jenis pembayaran yang dilakukan secara tunai setelah pihak konsumen menerima produk maupun jasa yang dipasarkan oleh suatu perusahaan. Jadi, pembayaran dilakukan secara langsung.

6. Digital Marketing

Digital marketing menjadi salah satu dari istilah-istilah bisnis yang sangat umum dijumpai. Istilah ini bermakna sebagai pemasaran yang dilakukan secara digital terkait produk maupun jasa perusahaan.

Pemasaran seperti ini mengutamakan merek, brand maupun kelebihan dari produk atau jasa tersebut.

7. Down Payment

Down payment atau yang familiar dengan DP merupakan uang muka yang diberikan ketika awal pembelian produk atau jasa tertentu di suatu perusahaan. Down payment akan dibayarkan secara cash sementara pelunasannya bisa mengangsur.

8. Franchise

Istilah ini juga sangat populer dalam dunia bisnis kekinian.

Franchisee merujuk kepada penerima waralaba. Penerima waralaba tersebut wajib memberikan sejumlah nominal pendapatan kepada pemilik franchisor.

Contoh franchisee yang booming saat ini diantaranya Indomaret, Alfamart, McDonald, KFC dan lainnya.

Baca juga: 15 Usaha Franchise Makanan Paling Laris Tahun 2021

9. Hak Gadai

Hak gadai menjadi hak yang didapatkan oleh kreditur dari suatu barang bergerak, kemudian diserahkan kepada kreditur maupun kuasanya.

Selanjutnya dijadikan sebagai jaminan atas hutangnya serta memberikan wewenang kepada kreditur guna mengambil pelunasan piutangnya serta barang tersebut.

Jadi, hak gadai perlu mendapatkan persetujuan dari kedua belah pihak dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

10. Investasi

Investasi adalah penanaman modal yang dilakukan oleh seseorang kepada suatu perusahaan. Tujuannya tentu saja untuk memperoleh keuntungan kelak di kemudian hari. Akan tetapi, keuntungan tersebut tidak instan karena membutuhkan cukup waktu sekitar lebih dari 2 tahun lamanya.

11. Investor Malaikat

Bukan hanya dalam drama Korea saja yang mempopulerkan istilah investor malaikat. Istilah ini merujuk kepada seseorang yang menyediakan pendanaan modal untuk suatu perusahaan baru dalam pertukaran utang konversi tertentu.

Investor malaikat juga kerap disebut sebagai investor swasta, informal dan benih.

Investor malaikat bisa berasal dari teman, keluarga maupun orang-orang bodoh yang sudi mengeluarkan dananya untuk perusahaan startup.

12. Jaminan

Bagi siapa saja yang bergelut dalam dunia bisnis, tentu tidak asing dengan istilah jaminan.

Jaminan merupakan aset yang ditawarkan peminjam guna memberikan penjaminan kepada pemberi pinjaman tersebut agar segalanya menjadi lancar. Dengan begini, peminjam bisa segera menerima dana pinjaman.

13. Kapitalis Ventura

Kapitalis ventura merupakan sebutan untuk para investor yang menyediakan modal untuk suatu bisnis pada tahapan awal.

Selain itu, investor tersebut juga bisa mencoba membantu usaha-usaha kecil yang ingin mengembangkan usahanya ke arah yang lebih besar.

Salah satu contoh nyata kapitalis ventura adalah Theresia Gouw, seorang wanita 46 tahun yang sukses menjadi pemberi dana.

14. Kekayaan Bersih

Kekayaan bersih merupakan besaran total bisnis dimana asetnya melebihi kewajiban. Kekayaan bersih mencakup semua aset keuangan serta non keuangan yang dipunyai dan dikurangi seluruh kewajibannya. Jadi, kekayaan ini mencakup profit serta keuntungan baik oleh perorangan maupun bersama-sama.

15. Klaim Asuransi

Istilah klaim asuransi mengarah kepada permintaan formal kepada perusahaan asuransi yang begitu mendesak guna memberikan semacam kompensasi maupun menutup kerugian yang disebabkan oleh suatu hal berdasarkan kebijakan tertentu.

16. Outsourcing

Pada praktis bisnis secara umum, seringkali dijumpai adanya istilah outsourcing. Outsourcing menjurus kepada alih daya yaitu penggunaan tenaga kerja yang berasal dari pihak ketiga guna melakukan penyelesaian pekerjaan tertentu dalam suatu perusahaan. Hal ini dilakukan untuk memangkas biaya.

17. Pendanaan Seri A

Pendanaan seri A merupakan pembiayaan yang berhasil diterima oleh pemula dari perusahaan modal ventura. Setiap investor juga mendapatkan kesempatan memiliki perusahaan dengan sistem penjatahan saham. Sebagai contoh yaitu perusahaan startup FUNDtastic dengan pendanaan 107 milyar rupiah.

18. Profit

Profit merupakan keuntungan atau pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan. Akan tetapi, perolehan keuntungan tersebut harus dikurangi terlebih dahulu dengan biaya lain-lain, terutama biaya operasional dan modal.

19. Rencana Bisnis

Kamu tentu tidak merasa asing dengan rencana bisnis. Rencana bisnis merupakan cetak biru keuangan yang berasal dari rencana terkait bagaimana perusahaan tersebut akan mampu mencapai tujuannya dengan baik di masa depan. Untuk memulai suatu bisnis, maka kamu perlu membuat perencanaan.

20. Stakeholder

Istilah yang identik dengan dunia bisnis ini merujuk kepada individu, kelompok maupun komunitas tertentu yang mempunyai kepentingan dalam perusahaan.

Contohnya, pegawai, pelanggan, komunitas, investor, pemasok, pemerintah dan sebagainya. Masing-masing memiliki tujuan penting tertentu.

Istilah-istilah bisnis begitu banyak macamnya. Kamu harus benar-benar cermat dalam mempelajari seluk beluk bisnis sehingga kedepannya tidak merasa kebingungan. Kamu juga bisa segera sukses dalam melakoni bisnismu.

Share:

Tinggalkan komentar