10 Ide Jualan Makanan yang Laris di Kampung Terbaru

Hidup di perkampungan memang memiliki daya beli yang lebih rendah daripada di kota. Tetapi, kamu tetap bisa melakukan bisnis kuliner skala kecil.

Sebelum memutuskan untuk memulai berjualan, kamu mesti memahami psikologis dan apa yang diinginkan oleh leingkungan perkampungan.

Berdasarkan analisa, biasanya mereka akan membeli makanan berdasarkan kriteria berikut ini:

  • Sedang trending
  • Harganya terjangkau
  • Cocok rasanya dengan lidah lokal

Untuk faktor trending sebaiknya tidak untuk dipertimbangkan, karena bisa jadi akan sangat laris sementara waktu saja.

Jadi lebih baik pertimbangkan harga dan rasanya.

Baca juga: 15 Usaha yang Langka Tapi Menguntungkan

10 Ide Jualan Makanan yang Laris di Kampung

Berikut ini adalah berbagai macam ide jualan makanan yang laris di kampung sehingga kamu bisa memiliki penghasilan yang lumayan.

1. Jajanan pasar

Penduduk yang tinggal di kampung umumnya tidak menyukai sarapan pagi dengan menu yang berat seperti bubur atau nasi.

Mereka memilih jajanan pasar yang ringan, di samping harganya juga yang terjangkau. Kamu bisa menganggap ini sebagai sebuah peluang usaha.

Ada banyak berbagai jajanan pasar yang bisa kamu pilih. Umumnya, jajanan pasar disesuaikan dengan daerah tempat kamu tinggal.

Jenis yang paling umum adalah:

  • Risoles,
  • Kue Apem,
  • Ketan serundeng,
  • Pastel,
  • Onde-onde,
  • panada, dan lain-lainnya.

Kamu bisa menjual lebih dari satu jenis jajanan. Tak hanya menjajakannya keliling atau di depan rumah saja, kamu juga bisa memasukkan jajanan ke warung-warung di sekitar rumah.

Kalau anda tidak memiliki lapak untuk berjualan, cukup titipkan saja ke penjual terdekat.

Jajanan pasar cukup laris di perkampungan selama harganya juga menuruti minat pasar.

2. Bakso

Makanan yang satu ini sudah tidak asing di berbagai daerah. Hampir hingga ke pelosok pun, bakso banyak dijual dengan mengikuti selera setempat.

Bola daging ini disajikan dengan mie, sayur dan kuah. Ada yang menggunakan bahan dasar daging ayam, ada juga yang daging sapi.

Bakso merupakan makanan yang cukup ideal untuk dijadikan bisnis makanan ala rumahan kampung. Hanya saja, bahan dasar bakso agar berbeda.

Jika di kota menggunakan banyak daging, bakso di kampung menggunakan lebih banyak tepung untuk menurunkan harganya.

Kisaran harga bakso di kampung untuk seporsinya berkisar antara Rp6.000,00-Rp10.000,00.

Karena harganya yang murah untuk meningkatkan daya beli, kamu bisa menggunakan strategi komplementer misalnya dengan mengganti daging sapi dengan daging ayam.

Atau kamu juga dapat memodifikasi bakso kuah menjadi bakso bakar, yang mana menurut survey, peminat bakso bakar di Indonesia cukup tinggi.

Baca juga: 15 Peluang Usaha untuk Ibu Rumah Tangga yang Punya Anak Kecil

3. Gorengan

Tak hanya jajanan pasar yang laris manis di kampung, gorengan pun menjadi makanan primadona. Pasalnya, gorengan dijual dengan harga yang murah dan cocok untuk lauk makan bersama nasi.

Jenis gorengan yang paling laku adalah tahu isi dan bakwan sayur.

Hanya saja, kamu perlu menetapkan harga yang sesuai dengan daya beli di tempat tinggalmu. Biasanya, satu jenis gorengan dijual dengan harga Rp1.000,00 saja.

Meski untungnya tipis, namun hal ini mencegah menumpuknya gorengan yang tidak laku karena pembeli menilai terlalu mahal.

Gorengan juga menjadi kategori makanan yang fleksibel untuk dijual. Kamu bisa menjualnya hanya di pagi hari, sore hari, atau bisa sepanjang hari. Selain itu, proses pembuatan gorengan pun tergolong mudah dengan bahan-bahan dasar yang gampang didapat.

4. Ayam krispi

Di kampung umumnya tidak menemukan restoran fast-food. Kamu bisa melihat ini sebagai peluang untuk menjual ayam krispi.

Sesuai namanya, ayam ini disajikan dengan balutan tepung yang renyah. Harga kisaran untuk menjual ayam krispi adalah Rp6.000,00-Rp9.000,00 per potongnya.

Kamu bisa membeli ayam potong di tempat khusus pemotongan ayam karena harganya lebih murah daripada harus membeli di pasar.

Selain itu, kamu juga harus meramu bumbu ayam agar rasanya bisa lebih renyah dan tahan lama dalam keadaan dingin.

Ayam krispi bisa dijual pada siang hari, atau siang hingga malam. Biasanya, pembeli tak hanya mencari potongan ayam namun juga usus dan kulit.

Jika kamu bisa menyediakan menu itu juga, kamu bisa mendapatkan untung yang lebih banyak.

5. Aneka Jajanan Pedas

Sekarang, makin marak jualan makanan yang laris di kampung dengan berbagai level pedas. Mulai dari tahu, ayam geprek, cireng, memiliki level pedas yang berbeda.

Semakin pedas, maka harganya akan semakin tinggi. Kepopuleran jajan ini juga merambah di kampung-kampung.

Manfaatkan kesempatan ini untuk berkreasi dengan barang daganganmu.

Ada makanan yang hanya mengandalkan bubuk cabai, ada juga yang harus menggunakan cabai asli. Sebelum terjun bisnis ini, pertimbangkan terlebih dahulu harga cabai yang ada di pasaran dekat rumahmu.

Jajanan level pedas ini pun bisa dicampur, sehingga tidak hanya terdiri dari satu jenis makanan saja. Karena unik, biasanya pelanggan akan mencari jenis jajanan ini.

Pastikan kamu menjualnya dengan harga yang bersahabat dan disesuaikan dengan daya beli masyarakat di kampung.

6. Cilok

Tak hanya bakso yang populer, jenis makanan seperti cilok juga tak kalah laris di perkampungan. Seperti namanya, cilok merupakan olahan tepung tapioka berbentuk seperti bakso.

Selain kenyal, cilok juga biasanya memiliki isi di dalamnya seperti gajih daging atau daging ayam.

Berjualan cilok menjadi opsi yang sangat baik di kampung. Tak hanya berjualan di sekolah, kamu bisa menjualnya di depan rumah atau berkeliling kampung.

Cilok disajikan dengan bumbu asin, saus dan kecap. Ukuran cilok biasanya dibuat kecil-kecil dengan harga Rp500,00 per buahnya.

7. Cimol

Makanan berbahan dasar aci ini sangat populer di Bandung. Kemudian, makanan ini menyebar ke banyak daerah karena menjadi cemilan yang unik. Cimol mirip seperti cireng, hanya saja dibentuk bulat-bulat dengan ukuran yang kecil.

Usaha cimol ini bisa kamu lirik karena tak hanya anak-anak yang menyukainya, tetapi juga orang dewasa.

Penyajian cimol juga sangat mudah karena hanya ditambah bumbu bubuk seperti rasa asin, pedas, jagung atau barbeque. Kamu bisa menjual cimol dengan harga Rp300-,00-Rp500,00 per butir.

8. Pempek

Makanan yang satu ini adalah jajanan tradisional asal Sumatera Selatan yang sangat terkenal.

Jika di perkotaan dijual dengan harga yang tinggi, kamu bisa menjadikan pempek sebagai makanan yang mudah untuk dibeli karena harganya yang terjangkau.

Untuk bisa lebih murah, kamu bisa menjual pempek dengan isi berupa telur tanpa campuran ikan. Kuahnya dibuat dengan cuka asam, gula merah dan cabai.

Pempek menjadi jajanan kampung yang enak dan mengenyangkan. Satu pempek biasa dijual dengan harga sekitar Rp1000,00-Rp1.500,00.

9. Soto

Indonesia mengenal banyak jenis soto. Ada soto ayam, daging, babat, Betawi, Bogor, Lamongan hingga Banjar. Berbagai jenis soto ini bisa dijadikan peluang usaha jualan makanan yang laris di kampung. Soto merupakan hidangan yang cocok untuk lauk nasi.

Kamu juga bisa menjual soto yang tak sesuai dengan daerah, layaknya nasi padang yang dijual di mana-mana. Modal untuk membuat soto terletak pada bumbu kuahnya karena menggunakan rempah. Seporsi soto untuk dijual di kampung berkisar Rp7.000,00-Rp10.000,00.

10. Tahu bulat

Tahu bulat merupakan jajanan unik masa kini. Tahu ini berbentuk bulat dan tidak memiliki isi di bagian dalamnya.

Kamu tak perlu membuat tahunya sendiri karena di pasaran sudah tersedia dalam bentuk mentah, jadi kamu tinggal menggorengnya saja.

Tahu bulat juga mudah untuk dijual karena harganya yang hanya Rp500,00-Rp700,00 per butir dalam keadaan matang.

Menyajikannya pun tidak sulit karena hanya mengandalkan bumbu bubuk yang pedas dan asin. Berjualan tahu bulat banyak dilakukan menggunakan losbak atau motor keliling.

Kamu tidak perlu khawatir dengan daya beli masyarakat kampung yang rendah. Mereka juga menyukai jajanan atau makanan yang bisa dijadikan lauk selama harganya terjangkau.

Ide jualan makanan yang laris di kampung tersebut bisa menjadi idemu untuk membangun bisnis kuliner di sana.

A part-time blogger, content writer, and WordPress enthusiast. Craving for everything about SEO and digital marketing.

Tinggalkan komentar