Low Value Content: Penyebab dan Cara Jitu Mengatasinya

Google Adsense memang memiliki pesona tersendiri bagi setiap blogger. Bahkan saya sendiri masih bermain Adsense di beberapa blog lain yang saya kelola.

Ini pengalaman menarik, karena beberapa minggu yang lalu saya mencoba mendaftarkan blog baru saya ke Google Adsense. Dan ya, jawabannya adalah situs anda belum siap menayangkan iklan.

Penyebabnya adalah low value content….

Belum ada fakta dan sumber yang valid menyatakan umur blog berpengaruh. Jumlah traffic mungkin iya, namun belum pasti juga.

Jadi sumber kongkretlah yang harus dijadikan acuan.

Terus terang selama mendaftarkan blog ke Google Adsense, hal ini baru pertamakali saya alami. Biasanya penambahan situs blog saya akan langsung di terima.

Lantas seperti apakah cara mengatasinya? Simak penjelasannya secara rinci di bawah ini.

Apa itu Low Value Content

low value content

Saya membaca beberapa artikel di blog Indonesia, namun rasanya kurang puas. Karena hampir semua yang ada di halaman pertama isinya kurang spesifik.

Bahkan ada yang menyatakan bahwa umur blog juga berpengaruh.

…..Please, jangan menyesatkan pembaca!

Low value content atau yang kalau di Indonesiakan secara sederhana artinya konten yang dibuat dinilai belum memberikan nilai yang bermanfaat bagi pembaca.

Namun tidak bisa ditelan mentah-mentah, karena ada beberapa hal yang menjadi point utama permasalah ini, dan sudah dijelaskan oleh pihak Adsense secara detail.

Penyebab Low Value Content

Poin-poin yang menjadi penyebab penolakan tersebut saya kumpulkan dari email Adsense dan forum-forum diskusi luar negeri.

Jadi informasi ini bernilai valid dan dapat dipertanggung jawabkan.

1. Persyaratan konten Minimum

Yang dimaksud konten minimum disini memiliki dua arti.

  • Tampilan Blog, masih dalam tahap pengembangan, sepertinya ini yang menjadi permasalah utama blog saya yang baru.
  • Jumlah Konten, untuk yang satu ini Adsense penah menjawab pertanyaan berapa jumlah minimal konten yang harus diterbitkan agar diterima. Salah satu pakar produk Google menjawab bahwa “minimal konten yang sudah harus terindex adalah kurang lebih 20 post”.

2. Konten Kurang Menarik

Kurang menarik artinya pembaca blog anda masih sepi. Blog sepi tidak melulu mengenai usia blog.

Bisa jadi anda tidak melakukan riset keyword dan mempromosikan blog yang anda buat.

3. Duplikat Konten

Ini penyakit malas dan mau enak sendiri dari para blogger pemula. Tidak ada kesuksesan yang didapat secara instant.

Semua butuh proses.

Dari beberapa kasus, penyebab penolakan paling sering adalah plagiatisme konten. Anda wajib berhati-hati dengan masalah yang satu ini

Dan yang termasuk duplikat konten adalah sebagai berikut:

  • Menyalin (copy paste) konten web lain secara murni.
  • Menulis ulang dengan mengganti sedikit kalimat dari web rujukan.
  • Menggunakan tools rewrite konten.

4. Pengalaman Pengguna/UX (User Experience)

Menyediakan konten original hanyalah salah satu komponen dalam membuat situs berkualitas tinggi.

Konten Anda juga harus informatif dan tertata sedemikian rupa sehingga mudah dinavigasi oleh pengguna.

5. Konten Berkualitas Rendah

Google bisa mendeteksi halaman yang memiliki kualitas rendah di blog anda. Berikut ini beberapa kategori halaman yang termasuk kategori konten berkualitas rendah.

  • Konten yang dibuat secara Otomatis (AGC)
  • Halaman Afiliasi yang tidak memberikan manfaat

Cara Mengatasi Low Value Content

Dalam mengatasi penolakan jenis ini ada beberapa solusi untuk masing-masing poin.

Langkah yang paling utama adalah jujur pada diri sendiri dan mengakui apakah ada perbuatan melanggar dalam proses pembuatan blog dan konten.

Langkah kedua yaitu menelusuri dari segi teknis blog, kira-kira apa saja yang perlu diperbaiki dari sisi teknikal blog anda.

dibawah ini adalah solusi dari permasalah poin-poin penyebab low value content.

1. Jangan Mengubah Tampilan Visual Blog

Selama proses peninjauan oleh pihak adsense sebaiknya penggantian themes, logo, layout, dan kategori dihindari. Menurut pihak Adsense hal seperti temasuk kedalam konten tidak ada.

Untuk kasus yang saya alami, setelah tampilan fiks dan tidak berubah lagi, pengajuan kembali langsung saya lakukan dan diaprove.

2. Pastikan Konten Sudah Terindex

Proses indeksi oleh Google bot memang membutuhkan waktu, apalagi blog anda adalah blog baru. Biasanya kecepatan index masih belum stabil.

Untuk itu sebaiknya sabar terlebih dahulu, terus membuat konten sambil menunggu proses indeks.

Semakin banyak konten, semakin bagus peluangnya.

Misalnya membuat standar minimal kontent yang terindeks adalah 20 buah saat melakukan pendaftaran.

3. Konten yang Menarik

Yang dimaksud konten menarik bukanlah tampilan visual, dan gaya bahasa yang dipakai.

Namun lebih ke berapa banyak konten anda sudah ditampilkan oleh Google (tayangan). Jangan merasa percaya diri telah menulis banyak konten, tapi ternyata tidak ada yang mencari.

Solusinya adalah memanfaatkan keyword research tools, seperti Google Trends, Ahrefs, dan Ubersuggest.

Sehingga Keyword blog anda semakin banyak yang terbaca. Berikut ini contoh analisis keyword yang sudah terbaca oleh Google menggunakan Ubersuggest.

keywords overview

Dari gambar di atas anda bisa lihat, keywordnya sudah sangat banya yang terbaca oleh google.

…Berapa keyword anda yang sudah terbaca?

4. Copy Paste (Penyebab Low Value Content Paling Banyak)

Plagiat, duplicat, dan copy paste itu sama buruknya dimata manusia dan di hadapan Tuhan.

Pastikan anda sudah menghilangkan konten-konten yang terindikasi plagiat.

Meskipun begitu, indikasi ini juga bisa disebabkan oleh konten anda yang dicuri oleh orang lain. Trik agar tidak terulang kejadian seperti ini adalah dengan tidak share artikel yang belum terindeks ke sosial media.

5. Perhatikan Menu Navigasi dan UX

Menu-menu seperti kategori dan halaman penting wajib bisa di akses oleh pengguna.

Jangan sampai ada halaman yang tidak dapat ditelusuri oleh user.

Terkait UX ada 3 hal yang perlu diperhatikan:

  • Performa Situs, cek dengan search console dan light house
  • Tampilan di mobilephone
  • Desain web sudah modern.

Silahkan baca selengkapnya di sini.

6. Tingkatkan Kualitas Konten

Yang terakhir yang perlu diketahui, ternyata halaman yang mengandung link afiliasi juga dianggap buruk oleh Google Adsense.

Tapi bukan berarti tidak boleh.

Kalau anda sudah terlanjur meletakkan link afiliasi tentu saja boleh.

Namun yang diharapkan adalah, konten  afiliasi haruslah memberikan value. Misal membuat review yang jujur, dan tentunya produk yang anda promosikan adalah barang berkualitas, yang anda sendiri tentu mau menggunakannya.


Demikian penjelasan singkat mengenai penyebab low value content dan beberapa solusinya. Masih belum jelas? mari berdiskusi di kolom komentar…

Share:

Tinggalkan komentar