Berbagi Pengalaman Kerja Remote Luar Negeri dari NDP

Pengalaman ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi. Jadi semua cerita yang dituangkan dalam “berbagi pengalaman kerja remote” ini sifatnya subjektif, karena ditulis berdasarkan apa yang saya alami.

Bisa jadi akan berbeda cerita ketika orang lain yang menuliskan.

.. Tapi yang pasti, pengalaman ini cukup menarik dibaca untuk kmau yang ingin bekerja secara remote.

Di artikel yang lalu saya sudah menuliskan pengertian apa itu kerja remote, dan perbedaannya dengan bekerja secara reguler disini. So, saya tidak menjelaskan mengenai kerja remote lagi ya.

Bagi kamu yang belum terlalu jelas mengenai kerja remote, silahkan berkomentar ataupun mengirimi saya pesan melalui form kontak.

Oke, kita lanjut ke cerita…

Dihubungi Talent Hunt Glints

Saya masih ingat waktu itu, kira-kira bulan Maret 2020, saya masih tinggal dan bekerja di Jakarta.

Pandemi sedang menjadi trending topik saat itu.

Bahkan kami sudah diperintahkan untuk Work From Home, mengikuti aturan pemerintah. Awalnya memang senang karena tidak masuk kantor, dan terhindar dari rutinitas berangkat petang pulang petang.

Namun…

Pikiran was-was mengenai kondisi finansial perusahaan benar-benar menggangu. Bagaimana tidak?…

Himbauan pemerintah untuk melakukan PSBB, ternyata berdampak pada banyaknya pengurangan karyawan.

…Di televisi sudah masiv pemberitaan mengenai pengurangan karyawan dengan alasan terimbas pandemi.

Sebagai karyawan swasta di salah satu perusahaan kelas menengah, saya sangat khawatir akan terkena imbas juga.

Disaat kondisi tidak menentu seperti itu, saya tidak sedikitpun memikirkan karir, apalagi pindah perusahaan.

Pokoknya bisa hidup dengan aman saja sudah cukup.

… Jangan kena pengurangan karyawan juga maksudnya. He he…

Tapi entah memang sudah jalan dari Allah SWT, dibulan itu juga ada salah satu koneksi di Linkedin yang menghubungi saya untuk berdiskusi mengenai peluang lowongan kerja yang sesuai dengan background dan pengalaman sebelumnya.

Singkat cerita saya mengirimkan CV terbaru ke salah satu talent hunt Glints tersebut. Belakangan saya tahu beliau adalah salah satu leader Talent Hunt di Glints.

Tahap ini memakan waktu yang cukup lama..

Saya dihubungi lagi oleh mereka di awal bulan puasa, atau 1 bulan kemudian ( Akhir April 2020 ).

Bertemu dengan Talent Hunt yang Luar Biasa Baiknya

Selama 4 tahun bekerja, saya baru bertemu Talent Hunt yang benar-benar memperlakukan kandidat seperti aset.

Mbak Nisa… Thanks for your Kind!

Beliau menjelaskan semua detail dan mau membantu memperbaiki CV saya yang berantakan.

Mulai dari struktur hingga grammar bahasa Inggris.

Bahkan sempat beberapa kali latihan Interview, karena yang akan meng-interview saya adalah Bule.

…Oh iya

Bahasa Inggris itu wajib, karena kebanyakan perusahaan-perusahaan yang menjadi client Glints ini berasal dari Singapura.

Saran saya, kalau anda punya relasi dengan Talen Hunt sejenis, mintalah feed back seperti berikut ini:

  • Koreksi Struktur CV, Mereka akan dengan senang hati memberi tahu mana saja yang sebaiknya diperbaiki dan diimprove.
  • Tips Interview, Mintalah mereka untuk mengajari anda, bagaimana cara menghadapi Interview yang baik.

Intinya jangan sungkan untuk menanyakan feedback dari mereka.

Interview Saat Lebaran Idul Fitri

Setelah kontak terakhir dengan Mbak Nisa, saya fikir tidak ada kelanjutan..

Karena selang waktunya hampir 1 bulan, yaitu dari awal puasa hingga hari raya.

Wah hilang begitu saja, tanpa kabar.. Ghosting!…

Ternyata 3 hari sebelum malam takbiran saya diberi kabar untuk Interview sore hari tepat saat Idul Fitri. Rasa senang dan gugup bercampur aduk tentunya.

Tanpa berifkir panjang, saya mulai menyiapkan apa saja yang perlu.

Mulai dari tools, laptop dan jawaban-jawaban pertanyaan interview yang sudah dipersipakan jauh-jauh hari.

Tiba di hari H…

Terus terang, saya mendengar bule ngomong itu lebih mirip mendengar suara air mendidih. Namun bukan berarti tidak paham, walaupun sedikit ya minimal tahu lah apa yang hendak dijawab.

Puji syukur, ini adalah pengalaman dan perjalan hidup saya yang baru.

… Meski hanya di kontrak untuk 2 tahun, saya nekat menerima tawaran mereka.

Pindah ke Batam

Pindahan ini yang kemudian entah saya syukuri atau sesali, yang jelas pindah ke batam adalah pilihan tepat pada saat itu.

Menimbang saat itu saya bukanlah orang jakarta asli, dan belum belum punya rumah sendiri.

Tapi…

Tidak sedikit yang harus kami keluarkan untuk pindahan secara total.

Semua peralatan rumah tangga kami angkut, karena kalau dihitung masih lebih ekonomis dibanding membeli perabotan baru.

Beruntung ada seorang teman yang bersedia menjadi tempat penampungan sementara perabotan yang saya kirimkan ke Batam.

Sesampainya di batam, saya bergegas mulai mencari kontrakan baru. Karena tidak enak rasanya menitipkan barang yang cukup memakan tempat di rumah orang lain.

… Syukurnya harga kontrakan rumah di Batam masih sangat terjangkau.

Saya mendapatkan kontrakan rumah KPR dengan luas bangunan 36 hanya 1 juta rupiah perbulan.

Jauh lebih baik dibanding di Jakarta, kontrakan kecil satu kamar namun harganya sama. Termasuk biaya hidup, seperti makanan dan kebutuhan sehari-hari bisa 30% lebih miring dari Jakarta.

Alhamdulillah…

Batam Belum Ramah Kendaraan Umum

Karena bekerja secara remote / remote working dengan Glints ini diberikan fasilitas berupa co-working space, saya harus berangkat ke kantor Nongsa Digital Park.

Ya layaknya karyawan kantoran pada umumnya.

Konsepnya ingin menyamai Silicon Valleynya Amerika.

Dan masalahnya, angkutan umum untuk ke NDP sangat lah minim.

Satu-satunya angkutan umum yang dapat digunakan adalah Trans Batam. Namun, tidak semua jalan di Batam dilalui oleh Bus Trans Batam.

… Stop memikirkan transportasi umum.

Solusinya ada dua:

  • Membeli motor sendiri, dengan harga 2-5 jutaan.
  • Menyewa motor dengan kisaran harga 500-700 ribu perbulan (belum termasuk bensin)

Bekerja Remote Untuk Perusahaan Australia

Kantor co-working space nongsa digital park

Dari pengalaman saya bekerja secara remote di sini, hampir semua aktivitas kantor dilakukan sangat fleksibel.

Mulai dari jam kerja hingga dress code.

Semuanya disetel dengan gaya kekinian. Tidak sedikit dari mereka yang hanya memakai kaos dan sandal jepit ketika bekerja.

Ada juga yang hanya pakai celana pendek!.. Yang satu ini tolong jangan ditiru, minimal pakailah celana panjang.

Untuk makan siang, ada kantin di area kantor.

Namun menunya kurang variatif. Ada baiknya anda membawa bekal dari rumah.

Karena di pantri kantor peralatan sangat lengkap. Mulai dari Microwave, Kompor listrik, grinder kopi, kulkas dll. Sangat menunjang untuk membawa bekal.

Selain itu, membawa sendiri lebih higienis, mengingat saat ini masih pandemi. Yah semua sesuai dengan millenial style lah.

Meeting dengan perusahaan klien semua via virtual, jadi semua dilakukan secara mandiri.

Tidak ada yang mengawasi, yang perlu dilakukan adalah bertanggung jawab pada tugas dan pekerjaan. Dari sini saya belajar banyak tentang efisiensi pekerjaan dan tanggung jawab pada diri sendiri.

Penutup

Demikian mengenai pengalaman kerja remote yang saya lakukan di batam. Dan berkantor di co working space Nongsa digital Park.

Sampai saat cerita ini ditulis, saya masih bekerja secara remote. Kedepan akan diupdate bagaimana kelanjutannya.

Apabila ingin berdiskusi, dan ingin bertanya-tanya silahkan tulis di kolom komentar. Insyaallah akan saya balas secepatnya….

Share:
  • 1
    Share

Tinggalkan komentar